New Dietrich OT-7 Bidik Anak Muda Indonesia Berkocek Tebal

new dietrich ot-7
Emmanuel Dietrich kenalkan new Dietrich OT-7

JAKARTA – Jam tangan new Dietrich OT-7 mulai dijual di Indonesia.

Sebelumnya, new Dietrich OT-7 telah melakukan debut global pada November 2016 dan langsung mendapatkan sambutan hangat dan respon positif dari para pecinta Dietrich.

Arloji mewah ini hadir dalam balutan mewah, klasik dan berkarakter. Case, rangka dan bezel pada arloji mewah ini menggunakan bahan baja anti-karat 316L dengan micro-bead blasted dan dilapisi dengan PVD abu-abu.

Arlojinya sendiri berdiameter 46mm dan menggunakan kaca shapphire anti-gores. Sementara mahkotanya dilindungi dengan double O-ring. Total cuma memiliki bobot 128 gram.

Pabrikan mengklaim memiliki 4 lapisan. Pada lapisan pertama menggunakan warna hitam, lapisan kedua menggunakan warna copper, lapisan ketiga menggunakan warna besi hitam dan lapisan keempat menggunakan warna hitam.

Dengan perpaduan lapisan tersebut membuat tampilan arloji ini sangat spesial. New Dietrich OT-7 dipersenjatai oleh mesin matic Miyota 82-S-7 dengan open view pada espcapement dial dan water resistant hingga 50 m atau 5 ATM.

Dengan tampilan dan performa luar biasa, jam tangan ini tampil lebih spesial berkat adanya 20 pilihan sabuk unik yang menarik dijual mulai Rp 1,2 juta. Sabuk jam tangan ini memiliki berbagai macam warna dengan jahitan dan pola desain berbeda-beda.

Sabuk tersebut menggunakan bahan kulit, karet, suede, nilon, serat karbon dan kulit buaya. Dengan begitu maka konsumen sangat mudah untuk menyesuaikan dengan style yang digunakan.

“New Dietrich OT-7 ini saya buat sangat unik sehingga mudah untuk dikombinasikan dengan berbagai macam style busana. Sangat tegas dan berkarakter serta menawarkan kemewahan eksklusif,” tutur Emmanuel Dietrich, pendiri Dietrich Watches.

Jam tangan ini diyakini dapat menjadi partner dalam beraktivitas berkat performa dan tampilan kerennya. Dibanderol dengan harga Rp 18,7 juta tentu bukan sebuah barang mahal bagi pecinta jam Dietrich. [Amo/Ikh]

Comments