Yuk Redam Motor Menguasai Trotoar Share this
Berita Motor
Mode baca

Yuk Redam Motor Menguasai Trotoar

Denny Basudewa
pada 28 Juli 2017

Foto: Wakil Ketua YAHM Ahmad Muhibbuddin bersama petugas polisi mencoba sadarkan pemotor (Foto: AHM)

JAKARTA – Banyak pengguna sepedamotor berlaku brutal dengan melewati trotoar. Padahal fungsi trotoar untuk pejalan kaki. Ketika ditegur, pemotor malah lebih galak!

Untuk meredam aksi pemotor menguasai trotoar, Yayasan Astra Honda Motor (YAHM) mengadakan kampanye simpatik tertib berlalu lintas untuk meningkatkan kepatuhan terhadap rambu lalu lintas dan kesadaran terhadap hak pengguna jalan lain.

Kegiatan yang dilakukan bersama Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri) ini dipusatkan di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat pada Kamis pagi (27/7). Kampanye kali ini dilakukan dengan mengingatkan para pengguna sepeda motor agar tidak melawan arah dan mematuhi rambu lalu lintas yang ada serta mengingatkan agar tidak melintasi trotoar yang memang diperuntukkan bagi pejalan kaki.

Wakil Ketua YAHM Ahmad Muhibbuddin mengatakan kecelakaan yang dialami pengguna jalan seringkali bermula dari pelanggaran dan ketidakpatuhan terhadap rambu lalu lintas. Karena itu, tertib berlalu lintas harus terus dikampanyekan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang terkait keselamatan berkendara.

"Semakin banyak stakeholder yang terlibat, upaya menciptakan budaya tertib berlalu lintas ini akan semakin efektif. Tenggang rasa dan saling menghormati antar pengguna jalan juga perlu terus ditingkatkan untuk mewujudkan suasana berkendara yang nyaman dan aman bagi pemakai jalan raya dan juga pejalan kaki di trotoar," kata pria karib disapa Muhib di sela-sela kampanye Gerakan Tertib Berlalu Lintas.

Kampanye simpatik ini juga dilakukan dengan membagikan stiker #CariAman dan stiker yang berisikan pesan keselamatan berkendara dan tertib berlalu lintas di jalan. Beragam kegiatan kampanye keselamatan berkendara lain secara terpisah juga dilaksanakan di tempat lain. Selain kampanye simpatik di jalan raya, program kampanye Gerakan Tertib Berlalu Lintas ini juga dilaksanakan dengan menggelar diskusi safety riding yang melibatkan beragam komunitas pecinta sepedamotor dari berbagai merek dan juga aktivis keselamatan berkendara.

Muhibbuddin menuturkan upaya menciptakan budaya keselamatan berkendara membutuhkan dukungan dan sinergi berbagai pihak, mulai produsen kendaraan bermotor, kepolisian, pemerintah, dan juga para pengguna jalan raya.

“Proses membudayakan sesuatu yang baik itu tidak instan. Harus ada sinergi dan kesadaran bersama yang konsisten, terus menerus, dan berkelanjutan. Kami yakin ini bisa terwujud karena pada dasarnya setiap orang menginginkan suasana berkendara yang aman, nyaman, dan menyenangkan,” tutup Muhib. [Ikh/Ikh]


Komentar