Yudhistira: ARRC Buriram Jadi Pertarungan Hidup-Mati Saya Share this
Balap Lain
Mode baca

Yudhistira: ARRC Buriram Jadi Pertarungan Hidup-Mati Saya

Ary Dwinoviansyah
oleh Ary Dwinoviansyah
pada 16 Oktober 2018

JAKARTA - Ahmad Yudhistira mengaku bakal melakukan segala upaya dalam perburuannya mengejar titel juara SS600 di Asia Road Racing Championship (ARRC) 2018.

Pembalap Manual Tech KYT Kawasaki Racing ini memang harus puas menjadi runner up di dua balapan SS600 di ARRC Sentul, Bogor, Jawa Barat akhir pekan lalu (13-14/10). Namun, pencapaian itu dianggap sangat penting untuk turut bersaing menjadi juara Asia 2018.

Setelah mendulang 40 poin, Yudhistira kini sudah mengumpulkan 90 poin dari total 5 seri gelaran ARRC 2018. Torehan serupa juga diraih Andi Farid Izdihar (Andi Gilang) yang sukses mencetak double winner di ARRC Sentul kemarin.

Pembalap Astra Honda Racing Team (AHRT) itu berada satu tingkat di atas Yudhistira sebagai penghuni posisi 4 klasemen sementara. Namun demikian peluang Yudhistira untuk berebut gelar raja Asia sangat terbuka.

Hal ini terkait dengan kasus doping yang menimpa Anthony West selaku pimpinan sementara SS600. Berdasarkan keputusan FIM, aktivitas balap West tengah dibekukan. Bahkan, ada pula rumor menyebut poin West di ARRC bakal dihapus.

Jika benar demikian, maka posisi pembalap Australia tersebut bakal digusur oleh Azlan Shah yang saat ini menempati posisi kedua dengan 102 poin. Kedudukan Yudhistira juga otomatis naik ke urutan tiga di klasemen sementara. Dan, Ia juga hanya berselisih 3 poin saja dari rekan setimnya itu.

"Hasil di home race kemarin sangat penting buat saya agar bisa bersaing untuk gelar juara Asia di seri terakhir nanti. Saya akan mengeluarkan seluruh kemampuan, walau saya tahu Azlan sangat kuat di Sirkuit Buriram," kata Yudhistira kepada Otospirit.com

Yudhistira sadar bukan hanya dia yang tengah bersaing untuk gelar. Pasalnya, pembalap lain yakni Andi Gilang, Zaqhwan Zaidi bahkan Ratthapong Wilairot punya selisih poin tipis dengan Azlan.

"Semoga saya bisa unggul dari Andi Gilang dan Zaqhwan. Tapi, Rattaphong juga harus diwaspadai karena ini (ARRC Thailand) adalah home race-nya. Apalagi, gap dia dan saya hanya 8 poin saja," ujar pembalap dengan nomor 33.

Yudhistira menambahkan bahwa balapan seri pamungkas nanti bakal jadi pertarungan hidup dan matinya karena tahun depan tak ada ada lagi balapan SS600. Kelas tertinggi di ARRC 2019 akan berganti dengan sepedamotor bermesin 1.000 cc.

Sementara itu, Yudhistira mengaku belum ada keputusan tim Manual Tech andil di kelas tersebut. Artinya, Yudhistira harus mencari tim baru yang mau menggunakan jasanya untuk balapan motor 1.000 cc. Semoga bakal ada berita bagus jika Ia mampu menjadi juara Asia. [Ary/Ari]


Komentar