Wanita Lebih Mudah Emosi Ketika di Balik Kemudi Share this
Tips
Mode baca

Wanita Lebih Mudah Emosi Ketika di Balik Kemudi

Denny Basudewa
pada 20 Oktober 2016

Foto: Foto: Amos Arya

HIGH WYCOMBE – Berdasarkan hasil riset Hyundai Motor UK, pengemudi wanita lebih mudah tersulut emosi daripada pria.

Studi yang melibatkan 1.000 pengemudi di Inggris, menunjukkan 12 persen pengendara wanita lebih mudah tersulut emosi ketika berkendara. Peneliti Hyundai menemukan bahwa pengemudi wanita kerap membunyikan klakson, berteriak bahkan beradu argumen ketika berurusan dengan pengemudi wanita lain (14 persen).

Dalam seluruh skenario pengujian, pengemudi perempuan lebih tempramen ketimbang pria yang berada di balik kemudi. Patrick Fagan, Psikolog dari Goldsmiths University London menguji seribu pengendara melalui indra pendengaran, penciuman, penglihatan, sentuhan dan rasa dalam skenario yang berbeda-beda.

Studi tersebut menemukan perasaan kebahagiaan yang terkait dengan rasa kebebasan mengemudi. Kemudian ada juga emosi dan marah ketika pengemudi yang merasa di luar kendali.

“Secara psikologis, tingkat kecerdasan emosional dan verbal wanita lebih tinggi dibandingkan pria. Teori evolusi dar jaman nenek moyang kita menunjukkan bahwa insting melindungi anak-anak dari ancaman lebih tinggi daripada pria. Di atas kendaraan, pengemudi wanita lebih sensitif, sehingga lebih mudah marah dan frustasi,” ungkap Fagan.

Hasil penelitian Hyundai dan Fagan digunakan untuk menciptakan teknologi paling mutakhir yang pertama di dunia yakni Driving Emotion Test (DET). Eksperimen unik ini melibatkan teknologi yang mampu membaca wajah, mata, respon kulit hingga monitoring detak jantung.

Alat tersebut mampu untuk melihat rangsangan yang diterima oleh pengemudi, apakah akan berdampak emosi pada pengemudi. Hasil pengendara dapat mengetahui skor ketika mereka sedang mengemudikan kendaraan. [Dew/Ikh]


Komentar