Van Der Mark Idamkan Kursi di Tim Satelit Yamaha Share this
MotoGP
Mode baca

Van Der Mark Idamkan Kursi di Tim Satelit Yamaha

Ary Dwinoviansyah
oleh Ary Dwinoviansyah
pada 11 Juli 2018

OBERLUNGWITZ - Michael van Der Mark menyatakan ketertarikannya ke MotoGP dan berharap bisa mendapatkan kesempatan bertarung secara reguler di balapan tersebut.

Van der Mark menjadi salah satu tulang punggung tim Yamaha di kejuaraan WSBK. Namun, Ia juga memiliki hasrat untuk bertarung di kejuaraan MotoGP. Hal tersebut diungkapnya jikalau ada penawaran mengenai hal tersebut.

Beberapa tim MotoGP memang sudah mengumumkan pembalap pada musim depan. Namun, ada juga yang belum melengkapinya termasuk tim SIC Petronas Yamaha. Seperti kita ketahui, pada 2019-2021 mendatang status mereka adalah tim satelit Yamaha.

Namun, tim ini belum juga mengumumkan siapa saja penunggang Yamaha YZR-M1 nanti. Dani Pedrosa digadang sebagai kandidat utamanya, walaupun belum ada keputusan resmi. Beberapa nama lain seperti Franco Morbidelli, Alvaro Bautista hingga Fabio Quartararo juga dirumorkan masuk dalam daftar kandidat.

Bagaimana jika pilihan tersebut ditawarkan kepada van Der Mark? Pembalap Belanda berdarah Indonesia ini sempat bergurau bahwa Ia tidak akan ada masalah untuk mendapatkan kursi di tim SIC Petronas Yamaha.

"Itu akan menjadi pilihan bagus. Tapi, kami belum membicarakan topik ini sama sekali. Proyek WSBK kami baru saja selesai dan saya harus tahu apa yang akan dilakukan tahun depan," katanya kepada Speedweek.com

Namun, van Der Mark sepertinya bakal dipertahankan membela tim Pata Yamaha di WSBK. Kabarnya, pihak tim juga akan menyodorkan kontrak baru untuknya dalam waktu dekat ini.

Bagi van Der Mark, MotoGP bukan arena yang asing. Di 2017 lalu, Ia dipercaya menggantikan Jonas Folger dan membalap untuk tim Yamaha Tech3. Kali itu, van Der Mark menyelesaikan balapan di Sepang, Malaysia di posisi 17. Di tahun yang sama, Ia juga berhasil menjuarai balapan legendaris Suzuka 8 Hour bersama rekannya yaitu Alex Lowes dan Katsuyuki Nakasuga. [Ary/Ari]


Komentar