Valentino Rossi Malu Finish Kedelapan di MotoGP Jerman 2016 Share this
MotoGP
Mode baca

Valentino Rossi Malu Finish Kedelapan di MotoGP Jerman 2016

Muhammad Ikhsan
oleh Muhammad Ikhsan
pada 18 Juli 2016

Foto: Valentino Rossi manyesalkan kejadian di MotoGP Jerman 2016.

SACHSENRING - Valentino Rossi merasa malu gagal naik podium di Sahcsenring, Jerman (17/8). Menurut pembalap Italia itu, dalam kondisi normal seharusnya Ia bisa memperpendek selisih poinnya dengan Marc Marquez di pemuncak klasemen.

Padahal Marquez sempat jauh tertinggal di posisi kesembilan setelah keluar lintasan di lap 10, dan turun lagi ke posisi 14. Sementara itu Rossi berebut posisi pertama bersama lima pembalap terdepan.

Pada lap ke-17 saat lintasan mulai mengering, pembalap Repsop Honda Marc Marquez menjadi pembalap pertama yang mengganti motornya, namun Rossi terus melaju bahkan menyalip Barbera untuk merebut posisi kedua.

Beberapa pembalap lain termasuk Rossi baru mengganti ban intermediate pada putaran ke-23 dari 30 lap yang ada, padahal tim Movistar Yamaha memintanya mengganti motor di lap ke-19 ketika sirkuit mulai mengering.

Rossi beranggapan bisa kompetitif di lintasan basah dan kering, namun keputusan mengganti ban sudah terlambat untuk mengejar Marquez. Setelah beberapa pembalap terdepan masuk pit, posisi mulai berubah. Marquez berada di belakang Miller yang memimpin balapan.

Dan di lap 24 (menyisakan 6 lap) Marquez berhasil menyalip miller, dan saat itu Rossi di posisi ketujuh dan rekan setimnya di posisi ke-14.

"Ini benar-benar memalukan karena saya pikir kami bisa lebih kompetitif di lintasan kering dan di lintasan basah saya tetap dapat bertarung untuk meraih kemenangan. Namun sayang hujan mulai berhenti dan lintasan menjadi kering. Sehingga kami kehilangan kesempatan bagus untuk mencetak poin," kata Rossi.

Kesalahan Rossi ini memberikan kebebasan pada Marquez untuk menambah kecepatan motornya dan menyalip Miller. Kecermatan tim Repsol Honda beserta Marquez di tengah-tengah balap jelas sebuah keunggulan di saat semua pembalap salah melihat kondisi lintasan dan cuaca.

Honda tetap menggunakan ban tipe ban basah ke normal tanpa menggunakan intermediate. Marquez pun tak bisa dibendung hingga menyentuh garis finish lebih dulu. [Ikh/Idr]


Komentar