Trio Jepang Tahan Harga Mobil Saat Rupiah Keok Akibat Covid-19 Share this
Berita Mobil
Mode baca

Trio Jepang Tahan Harga Mobil Saat Rupiah Keok Akibat Covid-19

Insan Akbar
pada 23 Maret 2020

JAKARTA –Toyota, Daihatsu, Suzuki masih menahan harga meski nilai tukar rupiah terus keok akibat pandemi virus Corona (Covid-19) yang hingga Minggu (22/3/2020) telah menginfeksi 514 orang di Indonesia. Tiga merek ini akan memantau dalam jangka waktu berbeda-beda.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS telah menembus Rp 15 ribu sejak 17 Maret, jika menilik Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor). Bukannya membaik, sejak Jumat (20/3/2020) hingga Senin (23/3/2020) ini, level rupiah makin anjlok dan bertahan di atas Rp 16 ribu per dollar AS.

Suzuki memutuskan untuk melihat pergerakan kurs sampai akhir Maret 2020. Namun, mereka belum memastikan akan menaikkan harga mobil pada April 2020 jika depresiasi nilai tukar rupiah terus terjadi dan mempengaruhi biaya produksi.

“Untuk produk-produk yang kami produksi di Indonesia, kami cukup resisten karena (sudah menggunakan) kandungan komponen lokal. Sepanjang Maret ini, kami akan evaluasi karena untuk harga tidak hanya tergantung pada biaya produksi akan tetapi juga faktor kompetisi di pasar. Kami lihat dulu berapa lama kondisi seperti ini dan juga bagaimana reaksi para kompetitor,” ucap Donny Saputra, Direktur Pemasaran PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) kepada Otospirit.com via pesan singkat.

Toyota dan Daihatsu juga sedang memantau situasi nilai tukar, sebelum memutuskan mengerek banderol mobil-mobil mereka. Pemantauan akan mereka lakukan hingga akhir April.

“Jika rupiah terus melemah tentu saja kami harus menyesuaikan harga. Tapi belum diputuskan sampai saat ini. Paling tidak sepanjang April kami monitor. Jika dibutuhkan, kami akan naikkan harga,” tandas Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM).

Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor, juga belum mau mengonfirmasi harga pasti naik pada April 2020, jika kurs rupiah terhadap dollar AS masih terdepresiasi hingga penghujung April. Jika pun itu terjadi, pihaknya akan memperhatikan situasi pasar yang sedang diterpa wabah virus Corona.

“Kalau dalam jangka waktu tertentu masih tinggi, ada kemungkinan memang harga-harga mobil direview. Tetapi kami juga paham kondisi Covid-19 juga berat untuk masyarakat. Jadi kami pasti akan perhatikan sebaik mungkin tidak hanya harga tapi juga solusi apa yang meringankan para konsumen,” papar Anton. [Xan/Ari]


Komentar