TPS Jishuken ke-10 Berlangsung Sukses Share this
Workshop
Mode baca

TPS Jishuken ke-10 Berlangsung Sukses

Amos Arya
oleh Amos Arya
pada 03 Desember 2017

Foto: Toyota Production System (TPS) Jishuken ke-10

KARAWANG - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) hari ini merayakan seremoni berakhirnya pelaksanaan Toyota Production System (TPS) Jishuken yang ke-10 di Resinda Hotel, Karawang.

TPS Jishuken merupakan sebuah program yang bertujuan untuk transfer keahlian dan ketrampilan dari Toyota kepada para pemasok sebagai upaya untuk terus memperkuat daya saing rantai suplai industri otomotif. Istilah Jishuken diambil dari 2 kata dalam bahasa Jepang, yaitu Jishu dan Kenkyu yang berarti self-independent investigation atau kemampuan untuk melakukan investigasi permasalahan dan membuat rencana serta aktivitas perbaikannya secara mandiri.

Jishuken itu sendiri merupakan salah satu bentuk pelatihan untuk menjamin proses transfer ketrampilan serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dilakukan oleh Toyota kepada seluruh pemasok lokal di Indonesia, khususnya mengenai pelaksanaan sistem produksi Toyota (TPS).

Sepanjang perhelatannya dari 2007 hingga 2014, sekitar 100 perusahaan pemasok tier 1 telah terlibat dalam proses awal pengenalan konsep TPS. Sejak 2016, konsep baru diterapkan oleh TMMIN dengan fokus pada pembentukan TPS Leader  dan Jishuken Director melibatkan 18 perusahaan dan meningkat menjadi 20 perusahaan pada perhelatan tahun ini.

Nantinya TPS Leader dan Jishuken Director bertugas untuk menularkan ilmu TPS di internal. Saat ini sudah terbentuk 14 orang TPS Leader sesuai dengan standar Toyota.

Pada 2020 TMMIN berencana untuk meningkatkan jumlah partisipan menjadi 80 perusahaan pemasok tier 1 dengan target TPS Leader sebanyak 40 orang.

“Toyota Indonesia berkomitmen untuk terus-menerus berupaya menambah kontribusi  kami kepada bangsa Indonesia melalui peningkatan daya saing bisnis. Salah satu strategi penting untuk mencapainya adalah dengan membangun kapabilitas dan Sumber Daya Manusia (SDM) di perusahaan-perusahaan rantai pasok kami,” tutur Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur TMMIN.

Pengembangan SDM di lingkungan internal Toyota juga dilakukan melalui beberapa program unggulan yaitu idea suggestion dan gugus kendali mutu atau Quality Control Circle (QCC). Keduanya merupakan implementasi dari falsafah Toyota Way yaitu Continuous Improvement dan Respect for People.

Program unggulan di lingkungan internal lainnya adalah Global Development Program yang diberi nama Intra Company Transferee (ICT). Program tersebut mampu meningkatkan kemampuan karyawan dengan mengirim mereka untuk belajar dan menimba ilmu di perusahaan Toyota lain termasuk ke Toyota Motor Corporation (TMC) di Jepang. [Amo/Ikh]


Komentar