Toyota Indonesia Mulai Fokus Garap Mobil Hybrid Tahun Depan Share this
Berita Mobil
Mode baca

Toyota Indonesia Mulai Fokus Garap Mobil Hybrid Tahun Depan

Adi Hidayat
pada 03 Oktober 2017

Foto: Toyota Hybrid

BANDUNG – Mobil berteknologi hybrid akan menjadi fokus dari Toyota di Indonesia untuk tahun depan.

Hal ini disampaikan oleh Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor, Fransiscus Soerjopranoto di sela-sela peresmian Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani, Bandung pekan lalu. Di tahun depan, Toyota akan meluncurkan beberapa model berteknologi hybrid.

“2018 hybridnya tidak akan hanya satu model (yang diluncurkan) tapi akan ada banyak. Dan saya rasa APM lain juga akan banyak lakukan. Semua produsen mobil akan memasukkan model hybridnya ke Indonesia,” jelas Soerjo.

Salah satu model yang akan hadir dalam teknologi hybrid adalah Toyota C-HR. SUV ini sebelumnya sudah dikenalkan pada masyarakat sejak 2016 dan mobil dengan teknologi hybrid sudah dipamerkan pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017

Mulai fokusnya Toyota ke teknologi hybrid adalah karena adanya keinginan pemerintah untuk mulai fokus terhadap pengembangan teknologi kendaraan yang ramah lingkungan. Hal ini karena diperkirakan pada 2030 cadangan bahan bakar fosil sudah sampai titik minimal.

“Kami lihat nanti pemerintah maunya bagaimana. Kalau Pemerintah mau melakukan, kami (produsen mobil) melakukan perubahan, maka dari sistem pengerak akan diubah pelan-pelan ke hybrid, lalu sumber bahan bakar lain lalu baru Electric Vehicle,” tambahnya.

Namun untuk melakukan hal tersebut, diperlukan komitmen besar dari pemerintah. Pasalnya, untuk bisa menggantikan pembakaran konvensional, harga mobil dengan teknologi hybrid haruslah terjangkau untuk masyarakat.

“Hybrid murah itu bisa dibuat dari pajaknya. Selama ini beban dari teknologi hybrid adalah tidak ada insentif apapun meski dia memberi kontribusi terhadap emisi lingkungan. Bagaimana caranya agar kami bisa memiliki mobil dengan kontribusi positif terhadap lingkungan tapi murah? (pengurangan) Pajak adalah salah satunya. Saat ini mobil berteknologi hybrid masih dikenakan impor duty ditambah luxury tax dan sebagainya,” tegas Soerjo.

Tak hanya itu, Ia pun ingin agar mobil berteknologi hybrid bisa diproduksi langsung di Indonesia. Hal ini perlu dilakukan agar perekonomian di Indonesia sendiri dapat berputar.

“Kalau diproduksi lokal, UKM bisa berkembang karena aka nada konten lokalnya. Kabel misalnya, kami bisa manfaatkan lokal,” tutup Soerjo.  [Adi/Ikh]


Komentar