Toyota Indonesia Menuju Era Baru 2020 Share this
Berita Mobil
Mode baca

Toyota Indonesia Menuju Era Baru 2020

Muhammad Ikhsan
oleh Muhammad Ikhsan
pada 03 Juni 2017

Foto: Pabrik TMMIN (Foto: Istimewa)

JAKARTA - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) saat ini menghadapi era baru untuk menjadi salah satu produsen terbesar di Asia. Harapannya, terobosan baru dimulai pada 2020.

Warih Andang Tjahjono selaku Presiden Direktur TMMIN mengatakan, jika dalam tiga tahun ke depan, Toyota Indonesia akan menghasilkan kendaraan irit bahan bakar (fuel

efficiency) sesuai perkembangan teknologi dunia. Hal ini tidak bisa dibendung, lantas bagaimana Toyota mengikuti dan menciptakannya untuk kebutuhan pelanggan.

Warih mengungkapkan, pabrik TMMIN di Karawang, Jawa Barat yang melibatkan pemasok komponen mobil tier 2 dan tier 3 juga dalam menyambut regulasi low carbon emission

vehicle (LCEV) yang menurut rencana akan disahkan pada 2018 dan program mulai diterapkan setidaknya satu tahun kemudian.

"Kami sedang menyambut Euro 4 di mana standar fuel efficiency. Dan ini, kami produksi tidak hanya untuk pasar domestik, tapi juga ekspor. Pokoknya kendaraan hi-tech

dalam arti eco friendly," kata Warih di Jakarta.

Dijelaskan Warih, tidak menutup kemungkinan ada dua fokus utama dalam memenuhi memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat yaitu kendaraan hybrid dan listrik.

"Memang masih tidak terbayang bagaimana Toyota Indonesia bisa menciptakannya, tapi ke depan kami bisa dan mampu untuk menghasilkan mobil hi-tech (irit BBM dan ramah

lingkungan). Mobil tersebut bisa menjadi kenyataan. Bisa juga pakai platform TNGA (Toyota New Global Architecture)," tukas Warih.

Warih menjelaskan nantinya, pabrik TMMIN diharapkan bisa memproduksi model Toyota apa pun termasuk C-HR. Ini membuat bisa mendongkrak daya saing Toyota Indonesia di dunia.

"Jadi pada 2020 nanti bisa produksi model apapun, kami berharap produk kami ini bisa memenuhi pasar domestik dan ekspor. Yang diutamakan adalah domestik, dengan infrastruktur jalan yang baik, maka pasar akan naik. Kita sudah 1,2 juta dan ini kalau bisa dinaikkan lagi. Penjualan otomtif Indonesia besar di Asia. Setelah China, India, itu adalah kita (Indonesia)," paparnya.

Membahas pasar otomotif Indonesia, Warih memprediksi mesin pembakaran konvensional akan kalah saing dengan mobil hi-tech (irit BBM, hybrid dan listrik). "Mobil hi tech pasarnya akan besar, semua mobil akan hi-tech," imbuh Warih.

Toyota Indonesia kini masih melihat keseriusan pemerintah Indonesia dalam mendukung industri otomotif nasional di saat masing-masing negara telah mengeluarkan kebijakan di industri otomotif. Dalam hal ini pemerintah merupakan kunci keberhasilan industri otomotif nasional. [Ikh]


Komentar