Toyota Gandeng Ahli Matematika Hadirkan Kota Pintar Share this
Berita Mobil
Mode baca

Toyota Gandeng Ahli Matematika Hadirkan Kota Pintar

Denny Basudewa
pada 29 Mei 2018

Foto: Kota Pintar

LONDON – Toyota Mobility Foundation menggandeng Alan Turing untuk menciptakan tata kota yang terencana dan terkelola dengan baik.

Alan Turing sendiri merupakan sebuah institut nasional Inggris yang bergerak di bidang data sains dan Artificial Intelegence (AI). Institusi ini adalah lembaga pelopor yang bekerja dalam mengumpulkan data serta mengaplikasikan hukum matematika, engineering dan computing.

Proyek antara Toyota dan Alan Turing fokus pada mengalihkan manajemen lalu-lintas yang kompleks dari statis, kepada sistem yang lebih dinamis. Sistem tersebut dioptimalkan dengan dikerjakan secara real-time pada begitu banyak jenis mobilitas.

Menurut riset yang dilakukan oleh PBB, bahwa pada 2030, populasi di wilayah perkotaan akan meningkat sebanyak 60 persen. Meningkatnya populasi sendiri sejalan dengan perubahan karakter dari setiap kota-kota besar.

Penggunaan sarana transportasi sendiri berkembang seperti ride sharing, penggunaan sepeda dan beberapa kendaraan pengantar pesan. Hal ini tentunya akan memengaruhi pola lalu-lintas secara dramatis.

Perlunya penataan sistem tata kota, diperlukan agar mampu mengatur kemacetan di kota-kota besar. Selain itu perlunya inovasi tata kelola sistem di perkotaan besar diperlukan agar bisa mendapatkan lingkungan yang lebih baik.

Berkat teknik sains data termutakhir dan bekerjasama dengan perusahaan data real-time dan komunikasi, perencanaan kota kini memiliki alat baru. Selama 18 bulan ke depan, kolaborasi ini akan fokus menciptakan perangkat lunak di bidang matematika dan interaksi data.

Alan Turing, Universitas Cambridge, Universitas Manchester dan Toyota Mobility Foundation bekerjasama untuk membuat sistem tata kelola kota yang terpadu.

Ke depannya, kolaborasi tersebut akan menghasilkan:

  1. Sistem AI yang terintegrasi dengan lampu lalu-lintas.
  2. Membangun platform untuk memanipulasi data interaktif sehingga bisa memantau dan memprediksi perilaku lalu-lintas, juga guna menguji skenario perencanaan.
  3. Menemukan mekanisme untuk operator fleet dan kota-kota besar untuk bekerjasama. Hal ini diwujudkan dengan berbagi data tentang kemacetan, atau titik polusi dan mendefinikan masalah di jalan raya sebelum menjadi lebih besar.

“Visi kami adalah bahwa perencana dan operator kota harus memiliki sistem yang menunjukkan data secara real-time. Hal ini memungkinkan mereka melakukan analisis kinerja di kotanya masing-masing. Kami berharap kerjasama ini dapat mengarah pada peningkatan kesehatan dan mobilitas untuk para penduduk kota,” kata Alan Wilson, CEO Alan Turing Institut.

Kolaborasi ini dipercaya membuat kota yang menjalaninya akan lebih pintar ke depannya. Terutama dalam mengatasi kemacetan dan polusi di kota-kota besar nan ramai penduduk.

“Selama ini AI yang signifikan dikembangkan untuk kendaraan. Kami sangat senang mendapatkan kesempatan untuk bekerjasama dengan Turing, karena bisa menerapkan ilmu data dan AI ke mobilitas yang saling melengkapi yakni infrastruktur,”  jelas Ryan Klem, Director of Programs for the Toyota Mobility Foundation. [Dew/Ari]


Komentar