Toyota Avanza Tetap Jaya, Mitsubishi Berani Lawan? Share this
Berita Mobil
Mode baca

Toyota Avanza Tetap Jaya, Mitsubishi Berani Lawan?

Muhammad Ikhsan
oleh Muhammad Ikhsan
pada 19 Juli 2017

Foto: Small MPV Mitsubishi lawan Toyota Avanza

JAKARTA - Penjualan small MPV Indonesia rasanya masih dikuasai Toyota Avanza. Banyak menerima pesaing, MPV andalan Toyota itu tetap tak tergoyahkan dan terus bertengger di posisi pertama.

Toyota Avanza hadir pada 2004 dengan desain MPV tiga baris kursi. Avanza melewati proses panjang untuk hadir di Indonesia sebagai kendaraan fungsionalitas tinggi.

Langkah Toyota Indonesia menghadirkan Avanza sangat tepat di tengah masyarakat Indonesia membutuhkan mobil keluarga dengan harga terjangkau.

Tahun keempat Avanza, atau tepatnya pada 2007, Toyota Avanza mendapat pesaing pertama dari Nissan Livina. Penjualan Livina tidak terlalu maksimal dan menghitung rata-rata penjualan per bulan hanya 558 unit.

Di tahun kesembilan kehadiran MPV Avanza, atau pada 2012, Toyota Avanza mendapat pesaing kedua dari Suzuki Ertiga dengan platform monocoque. Penjualan MPV Ertiga tembus 34.074 unit (data wholesale GAIKINDO-dari pabrik ke dealer) di tahun pertamanya.

Puncaknya, di tahun keduanya dengan menorehkan penjualan 63.318 unit, sedangkan Avanza berhasil tembus 213.458 unit, naik dari tahun sebelumnya yang membukukan angka 192.146 unit.

Setelah itu, penjualan Ertiga tak lebih dari 50.000 unit atau tidak pernah mencatat setengah penjualan Avanza setiap tahunnya meski Ertiga hadir dengan double blower dan transmisi otomatis. Penjualan Ertiga pun hanya 3.000 unit per bulan.

Begitu juga dengan Mazda XV-1 yang hadir satu tahun kemudian. Mobil yang notabenenya cuma rebadge Suzuki Ertiga ini nasibnya tidak lebih baik dari kembarannya, Ertiga. Tercatat hanya mencetak penjualan kurang dari 1.000 unit per tahun. Penjualannya kian merosot pada tahun lalu yaitu hanya terjual 27 unit.

Pada 2013, pabrik General Motors Indonesia di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat dengan investasi US$ 150 juta memproduksi pesaing Avanza yaitu Chevrolet Spin. Lagi-lagi Spin gagal mendapatkan panggung di segmen low MPV, bahkan perusahaan asal Amerika Serikat ini harus menutup pabriknya pada 2015.

GM Indonesia harus merelakan semua ini karena kendaraanya kurang diminati masyarakat Indonesia. Chevrolet Spin menurut data Gaikindo hanya sebanyak 10.941 (pada 2013), 7.475 unit (2014), 3.552 unit (2015), 1 unit (2016).

Sejumlah perusahaan yang menciptakan ini sepertinya dianggap angin lalu bagi Avanza. Kendaraan 7-seater pengggerak roda belakang Avanza merasa tak ada kompetisi. Backbone penjualan Toyota Indonesia ini sangat aman dan lancar selama perjalanannya.

10 tahun sejak Avanza hadir pertama kali di Indonesia, Honda Prospect Motor (HPM) mencoba menghadang dengan menyodorkan MPV Honda Mobilio. Honda sangat cerdas dalam membuat konsumennya penasaran, karena Honda Mobilio dipamerkan di IIMS 2013 pada September. Di awal 2014, harga Honda Mobilio diluncurkan dan membuat publik cukup kaget dengan harganya yang cukup kompetitif.

Alhasil, di tahun pertamanya, Mobilio mencatat angka sebesar 79.288 unit. Namun, di tahun kedua sebesar 42.932 unit (2015), dan di tahun ketiga 39.482 unit (2016). Dalam dua tahun terakhir, MPV Mobilio meredup tak mampu menyaingi penjualan Avanza.

Terbukti Avanza tetap kokoh meski Honda Mobilio dengan fitur dual SRS Airbag, seatbelt-pretensioner, load limiter serta body dan rangka yang sudah menggunakan teknologi G-CON+ACE.

Data di atas menyimpulkan, Avanza tidak terkalahkan dari berbagai kompetitornya. Dalam waktu dekat, pesaing Avanza bertambah lagi seperti dari small MPV Mitsubishi dan Wuling Confero S yang telah mengumumkan harga.

Tetapi, potensi Indonesia masih besar untuk mobil Jepang dan belum untuk merek China. Nampaknya ini menjadi kesempatan besar bagi MPV murah Mitsubishi yang belakangan

dikabarkan menyuguhkan mesin dan kenyamanan terbaik di segmennya.

Ini setidaknya menjadi momen baik untuk small MPV Mitsubishi dikabarkan dinamai Expander. Terlebih, Mitsubishi menawarkan small MPV dengan dimensi lebih lebar dan panjang di kelasnya, artinya lebih nyaman untuk 7-penumpang dewasa. Tetapi kembali lagi, strategi penetapan harga harus tepat karena segmen ini masih rentan dengan harga jual.

Jika tidak cerdas dalam menentukan harga, bukan tidak mungkin small MPV Mitsubishi akan dianggap biasa saja oleh masyarakat. Apalagi dikabarkan dilengkapi mesin 1.5-liter berpenggerak roda depan. Toh, kendaraan penggerak roda belakang masih diunggulkan oleh konsumen. Penjualan mencapai rata-rata 3.000 - 4.000 unit per bulan, sebuah pencapaian yang baik bagi pesaing Avanza. [Ikh]

Berikut pencapaian masing-masing model low MPV pesaing Avanza:

Tahun Produksi

Total Penjualan

Rata-rata Penjualan per Bulan (2017)

Toyota Avanza2004 -20171.455.49010.436
Honda Mobilio2014 - 2017184.7873.847
Suzuki Ertiga2012 - 2017225.4873.000
Nissan Livina2007 - 2017216.009558
Chevrolet Spin2013 - 201621.969Note Available

Komentar