Toshiba Kenalkan Baterai untuk Mobil Listrik Share this

Toshiba Kenalkan Baterai untuk Mobil Listrik

Adi Hidayat
pada 30 Oktober 2017

Foto: Toshiba-SCIB

TOKYO – Kemampuan jelajah sebuah mobil listrik sangat ditentukan dari kapasitas baterai. Untuk itu, banyak perusahaan yang berlomba-lomba mengembangkan baterai dengan kapasitas penyimpanan besar.

Namun permasalahannya adalah, semakin besar kapasitas sebuah baterai, maka akan semakin lama pengisian dayanya. Akibatnya, pelanggan akan merasa bahwa mobil listrik tidak praktis dan justru lebih memilih mobil berbahan bakar konvensioanal.

Hal tersebut pun membuat produsen mobil dan teknologi memutar otak untuk menciptakan baterai berkapasitas besar, namun bisa diisi dayanya dengan waktu cepat. Pengembangan ini pun kini sudah mulai menemui hasil.

Salah satunya adalah perusahaan teknologi yaitu Toshiba yang menciptakan baterai dengan kemampuan untuk membuat mobil berjalan sejauh 320 km, hanya membutuhkan waktu enam menit pengisian daya.

Besarnya kapasitas baterai dan cepatnya pengisian daya tidak lepas dari penggunaan material baru dalam membuat baterai. Untuk membuat baterai Toshiba SCiB, mereka menggunakan titanium niobium oxide yang melipatgandakan kapasitas baterai dibanding dengan graphite-based anodes.

Mereka pun mengaku mengembangkan metode baru untuk mengurai kristal dari titanium niobium oxide dan menyimpannya dalam ion lithium secara efisien. Dengan ini maka pengisian akan lebih cepat dibanding sebelumnya.

Menariknya lagi, Toshiba bahkan menemukan bahwa baterai terbarunya ini bisa bertahan jauh lebih lama bila diisi dayanya dalam kondisi cuaca yang dingin. Dalam pengujian, Toshiba mengklaim bahwa mereka bisa mempertahankan 90 persen kapasitas penyimpanan setelah melakukan pengujian pengisian daya sebanyak 5000 kali.

Meski terbilang teknologi mereka sudah siap, namun Toshiba masih belum akan menjual baterai ini setidaknya hingga 2019. Beragam pengembangan yang masih terus dilakukan serta kesiapan infrastruktur disebut-sebut menjadi penyebab mereka masih urung menjualnya ke masyarakat. [Adi/Ikh]


Komentar