Tiga Hal yang Merusak Ban Mobil Share this

Tiga Hal yang Merusak Ban Mobil

Denny Basudewa
pada 23 Januari 2018

Foto: Ban Mobil juga perlu di rawat

JAKARTA - Lalai dalam merawat ban mobil, ternyata memperpendek usia komponen kendaraan yang terbuat dari bahan karet tersebut.

Ban adalah komponen dari kendaraan yang sangat penting. Tidak hanya berfungsi untuk menopang mobil, namun ban yang baik bertugas memberikan keamanan serta kenyamanan dalam berkendara. Ban mobil khususnya juga memerlukan perawatan secara berkala agar tidak merugikan hingga membahayakan penggunanya.

Produk yang sebagian besar terbuat dari bahan karet ini memiliki usia pakai tertentu. Setiap produsen menentukan daya pakai efektif dari seluruh ban produksinya. Sayangnya tidak semua pengguna kendaraan khususnya mobil, mengetahui apa saja yang dapat merusak hingga memperpendek usia si karet bundar tersebut.

Fachrul Rozi selaku Customer Engineering Support Michelin Indonesia, menjelaskan tiga hal yang dapat merusak ban. Menurutnya perilaku berkendara menjadi faktor utama dalam merusak hingga memperpendek usia ban.

"Paling menetukan adalah bagaimana cara kita mengemudikan kendaraan. Karena dari situ kita bisa melihat bahwa ban akan lebih cepat aus bahkan terjadi kerusakan yang tidak lazim. Batu yang ada di dalam alur juga bisa merusak ban. Karena apabila bentuknya tajam dia bisa drilling hingga ke bagian terdalam dan merobek komponen lainnya di dalam ban," kata Fachrul di Jakarta.

Berikut 3 hal yang dapat merusak ban :

  1. Perilaku berkendara

Dalam mengemudikan kendaraan, kerap melakukan akselerasi berlebihan dapat memicu ban terkikis permukaannya. Pengereman mendadak juga bisa memperpendek usia ban.

Sebaiknya jika ingin usia ban lebih awet, berkendara dengan bijak dan tetap mengedeoankan faktor keselamatan. Menjaga jarak aman berkendara dapat mencegah pengemudi melakukan pengereman mendadak.

tiga hal yang merusak ban batu di dalam groove ban

  1. Batu di dalam groove ban

Hal ini seringkali ditemukan pada ban mobil. Pada umumnya pemilik atau pengguna kendaraan, tidak terlalu memperhatikan kondisi ban sebelum atau seusai berkendara. Batu-batu berukuran kecil kerap terjebak di dalam groove atau alur ban.

Batu kecil tersebut ternyata dapat membahayakan bagi ban. Terlebih jika batu tersebut berbentuk lancip atau tajam. Apabila dibiarkan dalam waktu lama, benda benda itu bisa tertancap semakin dalam dan merusak ban.

  1. Tekanan ban

Setiap produsen ban pasti menetapkan ukuran yang direkomendasikan. Ini adalah aturan mutlak diterapkan agar umur si karet bundar lebih tahan lama.

Ban dengan tekanan angin kurang dapat membuat pengendalian kendaraan lebih berat terasa pada alat kemudi. Sementara jika berlebih, traksi ban pada jalan menjadi berkurang.

Kesimpulannya dengan meperlakukan ban dengan benar dan melakukan perawatan secara rutin, dipercaya dapat membuat setiap perjalanan menjadi lebih nyaman dan menyenangkan. [Dew/Ari]


Komentar