Test Ride Kymco Xciting S 400 2019 Share this
Review Motor
Mode baca

Test Ride Kymco Xciting S 400 2019

Indra Prabowo
pada 14 Mei 2019

TAICHUNG – Diluncurkan pertama kali pada 2005, Kymco Xciting diposisikan sebagai flagship model Kymco.

Varian pertama yang diniagakan Xciting 250. Dan, karena banyak konsumen meminta skuter yang lebih berperforma, Kymco Xciting 300 dan Xciting 500 ditawarkan di samping Xciting 250. Generasi ini dijual hingga 2010.

Selanjutnya Kymco mengenalkan dual-headlight (lampu-utama ganda) di Xciting 300R dan 500R yang dipasarkan pada 2010 – 2013. Hingga kini dual-headlight tetap dipertahankan.

Pada 2013, untuk pertama kalinya pabrikan berbasis di kota Kaoshiung, Taiwan, ini mengenalkan Xciting bermesin 400cc dengan nama Xciting 400i. Mesin ini lebih bertenaga dan efisien dibandingkan mesin Xciting 500R. Model ini dipasarkan sampai 2018.

Sementara, Xciting S 400i diungkap oleh Kymco di EICMA 2017 dan mulai masuk ke pasar pada 2018. Kymco mengevolusi desain eksterior, menambah fitur dan memodifikasi sector mesin yang dipakai oleh Xciting 400i.

“Sejak diperkenalkan 14 tahun silam, reputasi Kymco Xciting telah terbukti baik di dunia. Buktinya, penjualan Xciting mencapai 10.000 unit,” kata Leon Wu, vice president overseas development Kymco Group.

Beruntung, kami mendapat kesempatan langka mengendarai Kymco Xciting S 400 atau Xciting S 400i di sirkuit Lihpao Racing Park dan ‘mendaki’ hingga ke Hehuan Mountain di Taiwan pada pekan lalu.

Dengan segala penyegaran dan peningkatan yang dihadiahi oleh Kymco [baca juga: Ini Daftar Fitur & Keunggulan Kymco Xciting S 400], kami mencoba 5 putaran di sirkuit yang memiliki panjang 3,5 kilometer dengan 23 tikungan ini.

Konsep sport touring – enak dipakai harian dan gurih dibawa ke luar kota di akhir pekan – yang dianut oleh Xciting S langsung terbukti ketika throttle dibuka. Performanya terasa kuat di lintasan lurus dan berakselerasi dengan cepat. Di sini Kymco mengklaim paling bertenaga di kelasnya, misalkan jika dibandingkan dengan Yamaha XMax 400 (35,8 PS vs. 31.1 PS dan power-to-weight ratio 5,3 kg/PS vs. 6,9 kg/PS).  

Begitu pun saat kami harus mendaki hingga ketinggian 3,2 km di Hehuan Mountain Wuling – taman nasional tertinggi dan satu-satunya pegunungan yang bisa diakses melalui jalan raya di Taiwan. Di tengah hujan dan cuaca sangat dingin, maxi scooter ini melahap satu-per-satu tanjakan tanpa kehilangan tenaga.   

Dan dengan tubuh lebih besar dibandingkan Xciting 400i, Xciting S 400 tetap lincah berkelit dan menikung di lintasan balap dan pegunungan.

Kami pun sempat menggeber skuter ini di jalan-jalan kota kecil menuju Sun Moon Lake di Nantou, selepas menuruni Hehua, dengan karakter stop-n-go dan lurus cukup panjang. Di lintasan seperti ini kami dapat merasakan akselerasinya dengan cepat dan melesat dengan cepat.   

Ketenangan berkendara diperoleh salah satunya dengan windscreen yang bisa diatur ketinggiannya secara manual sehingga kami terlindung dari terpaan cuaca atau angin. Sebagai pengendara, kita akan diuntungkan dengan sandaran jok lebih besar dan bagian depan jok yang dibuat meruncing sehingga memudahkan kaki kita turun kapan saja. Legroom pun terasa cukup luas.

Secara keseluruhan Xciting S 400 menarik dan menyenangkan, apalagi jika Noodoe Navigation dibawa ke Indonesia. Tinggal nanti bagaimana harga Xciting S 400 akan menggoda para penggemar maxi scooter atau tidak. Sebagai referensi, saat ini harga Xciting 400i Rp 108 juta. [Idr]

    

   

 


Komentar