Konsumsi BBM Mitsubishi Xpander Keluar Kota

Xpander-di-dalam-kapal-feri
Xpander-di-dalam-kapal-feri

BANDAR LAMPUNG – Konsumsi BBM Mitsubishi Xpander bertransmisi otomatis cukup mengagumkan ketik diuji coba dengan beragam kondisi pengendaraan dan jalan.

PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mengajak Otospirit.com untuk menguji Mitsubishi Xpander dari Jakarta menuju Bandar Lampung. Kami langsung berada di balik kemudi pada kesempatan pertama.

Tujuannya tentu agar dapat mengetahui sejauh mana karakter pengendaraan Mitsubishi Xpander jika digunakan pada pengendaraan luar kota dengan kondisi beragam, mulai jalan bebas hambatan hingga jalan-jalan lintas provinsi menuju ibukota provinsi paling selatan Sumatera ini.

Otospirit.com mendapat Mitsubishi Xpander Sport A/T. Untuk diketahui, varian Ultimate lebih lengkap dengan Chrome door handle, Chrome door mirror, Hands free function with steering switch, Unique wide 2DIN touchscreen audio, DVD player, USB port with speakers dan Rear view camera dibandingkan tipe Sport.

Xpander melaju di jalan tol
Xpander melaju di jalan tol

Performa di Jalan Tol
Tol Jakarta-Merak menjadi rute awal perjalanan, dengan kondisi terbilang lancar, Mobil123.com mencoba membangun kecepatan. Secara umum, kombinasi mesin 4A91 bertenaga 104 hp di 6.000 rpm dan torsi maksimal 141 Nm pada putaran 4.000 rpm dengan transmisi otomatis 4-speed tergolong baik. Perpindahannya tergolong smooth dan cukup menyenangkan. Yang perlu Anda lakukan adalah tidak langsung menginjak pedal gas terlalu dalam.

Dengan lebih bijak menekan pedal gas, selain mobil bakal melaju dengan sempurna konsumsi BBM juga lebih terjaga. Meski demikian sesekali Mobil123.com menginjak penuh pedal gas untuk melakukan manuver melewati kendaraan di depan. Yang terjadi mesin akan sedikit menggerung dan kecepatan yang terbangun sedikit tertunda hingga angka rpm mencapai kisaran torsi maksimal yakni 4.000 rpm.

Pada beberapa kesempatan dengan lenggangnya jalan, cukup mudah melaju dengan kecepatan hingga 175 km/jam. Namun dengan catatan, tetap dengan mengedepankan prinsip safety driving di jalan umum dan ini dilakukan untuk kebutuhan uji coba semata.

Sampai di pelabuhan Merak, Banten, Mitsubishi Xpander langsung masuk ke anjungan kapal feri. Petugas langsung mengarahkan ke anjungan lantai 2 dengan jalan menanjak setinggi 5 meter dan kemiringan 35 derajat.

Pada posisi ini mobil dapat bergerak sempurna, kami juga sempat sengaja menghentikan laju kendaraan saat sampai di tengah dan kemudian membiarkan Hill start assist (HSA) bekerja.

Xpander di luar kota
Xpander di luar kota

Performa di Jalan Luar Kota
Perjalanan kemudian kami lanjutkan. Jalan menuju kota Bandar Lampung dari Pelabuhan Bakaheuni cukup bervariasi dan cukup ramai pada saat itu.

Beberapa kali manuver untuk melewati kendaraan di depan baik bus, truk maupun mobil pribadi kami lakukan. Bercermin pada saat berjalan di tol, kami berusaha untuk menjaga putaran mesin pada 2.500-3.000 rpm agar Mitsubishi Xpander dapat langsung melesat.

Konsumsi BBM Xpander
Konsumsi BBM Xpander

Rahasia Stabilitas Mitsubishi Xpander
Jujur saja, kami menaruh perhatian stabilitas Mitsubishi Xpander. Kami berkesimpulan suspensi memiliki karakter medium dengan seting cenderung soft. Namun demikian dengan seting ini, Mitsubishi Xpander tergolong cukup presisi saat melakukan manuver pada kecepatan tinggi dan tetap nyaman ketika digunakan pada jalan rusak dan bergelombang.

Pertanyaannya, bagaimana mungkin kedua kondisi di atas dapat terakomodir oleh sebuah seting suspensi? Biasanya mobil akan memiliki seting suspensi medium cenderung hard jika ingin mantap melakukan manuver namun cukup keras saat melewati jalan rusak. Atau sebaliknya nyaman untuk jalan rusak namun stabilitas terganggu terutama gejala negatif seperti bodyroll.

Usut punya usut, jawabanya terletak pada wheel track atau jarak sumbu roda kanan dan roda kiri. Mitsubishi Xpander ternyata punya lebar jarak antar ban depan lebih lebar dari para kompetitornya.

konsumsi bbm mitsubishi xpander
Jarak tempuh Jakarta – Lampung mencapai 208,9 km

Sebagai ilustrasi, jika dibandingkan Toyota Avanza, Mitsubishi Xpander memiliki lebar dan tinggi yang sama yakni 1.700 mm dan 1.700 mm. Namun jika Avanza memiliki wheel track bagian depan 1.425 mm dan wheel track bagian belakang 1.435 mm. Sementara Xpander lebih lebar sekitar 100 mm. Kelebihan ini selanjutnya diramu sempurna oleh para desainer Mitsubishi seperti pada konstruksi rangka plus kaki-kaki.

Selama uji coba dengan beragam kondisi, praktis tidak ada gejala negatif seperti body roll atau limbung saat melakukan manuver. Feeling positif kemudi terhadap jalan patut diacungi jempol.  Boleh dibilang feeling mengemudinya sama presisinya dengan mengendarai sebuah sedan.

Intinya mobil bisa mudah dikendalikan, saat berkendara cukup agresif nyaris tanpa ada rasa limbung. Tak ketinggalan sebagai penjaga stabilitas terdapat Active Stability Control (ASC). Fitur ini otomatis bekerja mengontrol laju mobil dalam kondisi tertentu.

Sesampainya di Bandar Lampung, kami langsung melihat data-data yang tertera pada MID. Di sana tercatat jarak tempuh Jakarta – Lampung mencapai 208.9 km dengan rata-rata konsumsi BBM 9,8 km per liter. [Ari/Ikh]