Test Drive Toyota Veloz 2019 Share this
Review Mobil
Mode baca

Test Drive Toyota Veloz 2019

Indra Prabowo
pada 13 Maret 2019

MAGELANG – Menjadi pelopor sekaligus juara bertahan memang bukan perkara mudah. Toyota Avanza, misalnya.

Posisinya menjadi sasaran tembak dari para pesaing yakni Honda Mobilio, Mitsubishi Xpander, Nissan Livina dan Suzuki Ertiga.

Hadirnya Avanza ke pasar Indonesia sebagai pengganti Toyota Kijang yang harganya terus merangkak naik akibat krisis moneter 1998. Avanza diproyeksikan, saat itu, sebagai mobil keluarga dengan harga lebih terjangkau – jika tidak salah sekitar Rp 100 juta pada 2004.

Bermodal pengalaman ‘memamen’ Toyota Kijang sejak 1970-an, munculah Avanza yang diangkat dari Bahasa Italia “avanzato” (peningkatan) pada akhir 2003.

Dipasarkan mulai awal 2004, Toyota Avanza menjadi raw model di segmen low MPV (Multi-purpose Vehicle) dan tidak butuh waktu lama untuk menjelma menjadi mobil terlaris. Penjualannya telah melewati 1,7 juta unit dan merupakan mobil tercepat dengan penjualan 1 juta unit di Indonesia.

Avanza dan Veloz yang disegarkan pada Januari 2019 merupakan generasi kedua. Generasi keduanya sendiri diluncurkan pertama kali pada 2011 dan diniagakannya varian Veloz sebagai trim termahal dari keluarga Avanza.

Usia generasi kedua Avanza telah 8 tahun, di mana pada umumnya di dunia permobilan sudah berganti generasi.

Generasi kedua Avanza cukup unik karena mengalami 3 kali operasi plastic (minor change 2013, major change 2015, dan minor change 2019). Bagi Toyota penyegaran di 2019 sudah cukup untuk melawan para competitor terutama Xpander, padahal banyak orang berharap Toyota menetaskan generasi ketiga Avanza.

Kami sendiri agak kecewa dengan keputusan Toyota, karena telah berharap adanya revolusi Avanza secara radikal sebagai modal untuk berkompetisi. Desain eksterior yang diberi beberapa sentuhan, konstruksi semi-monocoque dan system rear-wheel drive (RDW) dipercaya oleh Toyota akan tetap menjadi pilihan lebih banyak orang.

Harga Avanza 2019 dari IDR 188.000.000,00 dan harga Veloz 2019 dari IDR 215.650.000,00. Semua merupakan harga on-the-road Jakarta.

Beberapa waktu lalu Mobil123.com & Otospirit.com sempat mengendarai Toyota Veloz 2019 bermesin 1.5-liter 4-silinder DOHC Dual VVT-I bertenaga 104 PS dengan transmisi otomatis dari Magelang – Jogjakarta. Berikut ini kesan kami:

Eksterior
Tak banyak pengubahan signifikan. Tim Toyota menyalin serta memodifikasi wajah dua model MPV (Voxy dan Vellfire) ke Avanza dan Veloz. Hasilnya, kita melihat lampu bertumpuk serta segitiga di bagian pinggir bumper depan yang mirip Vellfiredi Veloz.

Avanza dan Veloz 2019

Headlight Avanza dan Veloz kini menganut LED – pertama di segmen Low MPV. Veloz dilengkapi dengan fitur Follow-me Home, lampu-utama akan menyala beberapa detik meski mesin mati untuk memandu Anda masuk ke dalam rumah.

Penyegaran lainnya berupa trapezium grille, penggunaan roda baru, dan antenna sirip hiu.

Di bagian belakang Veloz minim penyegaran dengan desain baru lampu belakang & spoiler, plat krom di pintu bagasi, dan bumper baru. 

Fitur baru lainnya berupa kaca spion samping yang bisa dilipat secara elektrik dan otomatis.

Interior
Masuk ke dalam kabin Veloz 2019, tidak ada penyegaran radikal. Toyota memperbarui bahan fabric jok dan membuat jahitan berwarna merah untuk menegaskan aura sporty.

Toyota Veloz 2019

Di depan pengemudi terdapat meter cluster baru yang menampilkan berbagai informasi lebih baik. Kontrol-kontrol AC direvisi, di mana kini menganut digital. Console box kini diberi pencahayaan. Beberapa power outlet 12V tersebar di baris pertama dan kedua, sementara USB port di baris ketiga.

Di bagian tengah dashboard terpampang sebuah layar-sentuh (touchscreen) yang bisa mengintegrasikan T-Link, mirroring smartphone Anda, mevisualkan situasi di belakang mobil saat parkir mundur, dan lain-lain.

Fitur-fitur Keselamatan
Toyota membekali Avanza dan Veloz 2019 dengan berbagai fitur keselamatan yaitu dua airbag, ABS, side impact beam, 3-point seatbelt di semua jok.

Di Jalan Raya
Sewaktu saya menjadi penumpang di jok baris kedua Veloz, saya merasakan beberapa pengalaman baru. Pertama dari sisi kekedapan kabin yang lebih baik berkat perbaikan peredaman di bagian lantai belakang, lantai transmisi, dan panel dashboard.

Kedua, guncangan-guncangan yang dulu dirasakan berhasil ditekan. Veloz menjadi lebih mesra dengan para penumpang karena pembenahan di shock absorber yang dibuat lebih solid, daya punter per keong lebih lebih kecil, dan sejumlah bushing (di lateral rod, swing arm, dan strut bar) lebih kaku.

Toyota Veloz 2019

Selebihnya sama saja dengan model sebelumnya seperti legroom cukup, sandaran yang bisa direbahkan, dan kaki-kaki kita yang terganggu dengan transmission tunnel (terowongan transmisi).

Semua perbaikan di atas dimiliki oleh Avanza 2019 pula, selain Veloz.

Di balik kemudi, saya merasakan perbaikan di Electronic Power Steering (EPS) yang lebih ringan ketika kecepatan lebih rendah dan memberat ketika kecepatan lebih kencang. ECU mesin dikabarkan diremap untuk menyelaraskan dengan berbagai penyegaran dinamis mobil.

Kesimpulan
Daya tahan, multiguna dan beberapa pembenahan tetap menjadi daya tarik Avanza dan Veloz 2019. Namun generasi kedua Avanza dan Veloz yang sudah menjalani ‘operasi plastik’ 3 kali, menurut kami, sudah terlalu tua untuk menghadapi Xpander dan Livina.

Generasi ketiga dengan desain revolusioner, fitur-fitur modern, dan faktor-faktor ‘wow’ adalah yang paling ditunggu (most awaited). [Idr]

 

    
  

 

 

 

 

 


Komentar