Tenang, Toyota C-HR Dipastikan Tak Gusur Rush di Indonesia Share this
Berita Mobil
Mode baca

Tenang, Toyota C-HR Dipastikan Tak Gusur Rush di Indonesia

Muhammad Ikhsan
oleh Muhammad Ikhsan
pada 05 Juni 2017

Foto: Toyota C-HR concept di GIIAS 2016

JAKARTA - Rencana peluncuran Toyota C-HR di Indonesia mengundang banyak tandatanya. Salah satu rumors yang cukup mengejutkan soal Toyota C-HR adalah untuk menggantikan Toyota Rush.

PT Toyota-Astra Motor (TAM) berencana akan meluncurkan crossover tersebut hadir paling cepat awal 2018. Dan menurut pihak TAM, mereka masih menimbang-nimbang apakah

impor dari Jepang atau Thailand yang selama ini dikabarkan menjadi basis produksi C-HR untuk memenuhi pasar otomotif ASEAN.

Kembali ke posisi model Toyota C-HR di Indonesia, pihak TAM membantah bahwa crossover C-HR untuk menggusur keberadaan Rush. Medium SUV Toyota Rush yang diluncurkan

pada 2006 itu sulit dihentikan produksinya karena masih banyak peminat.

Berdasarkan Data wholesale GAIKINDO, suplai Toyota Rush mencapai 5.877 unit atau naik dibandingkan periode sama tahun lalu hanya sebesar 4.599 unit.

Bukan menjadi masalah karena begitu kedatangan Toyota C-HR, mobil ini akan berada di atas Toyota Rush. Positioning produk-produk Toyota di pasar otomotif nasional

sangat jelas dan seperti dikatakan Fransiskus Soerjopranoto, Executive General Manager TAM, bahwa C-HR sangat logis lebih mewah daripada Rush.

"Tidak (untuk menggantikan Rush). C-HR akan berada di atas Rush (dari segi brand positioning hingga harga)," kata pria karib disapa Soerjo di Jakarta.

Jika memang TAM merencanakan strategi ini, maka konsumen Rush tidak perlu khawatir kehilangan pasokan komponen Rush dan bagi calon Rush bisa melanjutkan pembeli SUV

andalan Toyota itu, apalagi kabarnya akan keluar generasi kedua Rush.

Namun yang menarik dari pernyataan Soerjo, jika mempertimbangkan C-HR berada di atas Rush, maka tidak salah jika C-HR dengan mesin 1.8-liter telah dipersiapkan untuk

konsumennya di Indonesia, bukan mesin 1.5-liter yang selama ini menjadi perdebatan hebat di dunia maya, atau mesin 1.2-liter turbo. Besar kemungkinan malah Toyota C-HR

mesin NA 2.0-liter yang ditawarkan untuk pasar Indonesia.

"Kita lihat saja nanti. C-HR (harganya) mirip-mirip dengan Toyota Fortuner," ucap Soerjo.

Ucapan terakhir Soerjo kian menegaskan posisi Toyota C-HR di Indonesia. Seperti diketahui, saat ini harga Rush dijual mulai Rp 239,4 juta dan Fortuner dihargai mulai

Rp 456,8 juta. Praktis ada gap harga antara Rush dan Fortuner. Di sisi lain, TAM belum punya model untuk mengisi kekosongan di antara dua model tersebut di Indonesia.

Bagaimana kelanjutan C-HR di Indonesia? Tunggu kabar selanjutnya. [Ikh]


Komentar