Tak Jualan Selama 3 Tahun, Ford Masih Punya 33 Bengkel Resmi Share this
Berita Mobil
Mode baca

Tak Jualan Selama 3 Tahun, Ford Masih Punya 33 Bengkel Resmi

Insan Akbar
pada 21 Oktober 2019

BOGOR – Dengan lebih dari 30 bengkel resmi, layanan purnajual Ford diklaim masih berjalan dengan baik meski merek tersebut sudah meninggalkan Indonesia tiga tahun lalu.

Sekadar mengingatkan, Ford minggat dari Indonesia secara mengejutkan dan tiba-tiba pada awal 2016. Mereka lalu menunjuk RMA Group sebagai pihak yang menangani layanan garansi serta purnajual bagi para pemilik kendaraan Ford di Tanah Air.

“Mulai November 2016, kami dipercaya Ford mengambil alih layanan purnajual mobil-mobil Ford di Indonesia. Bukan hal yang mudah untuk mengambil alih dan memberikan pelayanan servis dan distribusi suku cadang dalam kondisi saat itu, dengan pengumuman tiba-tiba Ford untuk meninggalkan Indonesia,” ucap Yanto Mardianto, Marketing and Sales Senior Manager RMA Indonesia dalam Media Gathering baru-baru ini di Bogor.

Di dalam acara tersebut, RMA Group juga mengumumkan kehadiran Mahindra di negeri ini dengan mereka sebagai distributor resmi. Model pertama yang merek asal India ini luncurkan ialah double cabin Scorpio Pik Up.

Lebih lanjut, Yanto menjelaskan bahwa Ford tidak lagi punya dealer penjualan. Tapi, dia mengklaim pelayanan purnajual yang dipercayakan kepada mereka dapat berjalan dengan baik.

Hingga kini, masih ada 33 bengkel resmi plus 3 National Parts Shop Ford di seluruh Nusantara. Adapun dealer penjualan tentu saja sudah tidak ada.

Bengkel-bengkel resmi Ford, terang Yanto, tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Di Sumatera, lokasinya ada di Aceh, Medan, Pekanbaru, Jambi, Palembang.

Sementara itu, di Jawa, layanan servis untuk area Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang (Jabodetabek) bisa dilakukan di Bekasi maupun Kepala Gading. Di luar Ibu Kota, bengkel resmi terdapat di Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya.

“Untuk Kalimantan, adanya di Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Pontianak. Sulawesi ada di Makassar, Palu, Manado,” tandas dia.

Dia merasa biaya servis dan suku cadang Ford di bawah RMA Group masih relatif terjangkau. Hal ini bisa dilihat dari kemunculan suku cadang non-orisionil (non-genuine parts) yang tak terlalu banyak.

“Menurut saya, kalau kami kasih mahal tentu saja akan banyak suku cadang non-orisinil yang keluar. Tapi nyatanya enggak begitu. Suku cadang non-orisinil Ford di pasar enggak terlalu banyak,” akunya.

Model serta tahun keluaran Ford yang mendatangi bengkel resmi, lanjut Yanto, beragam. Model produksi 2010 saja menurut dia masih ada yang menyambangi tempat servis.

RMA Group, masih memberikan garansi bagi konsumen yang memang masih berhak mendapatkannya. Mereka juga mengaku melakukan komunikasi terbuka yang sangat intens dengan para anggota komunitas Ford, memberikan Emergency Road Side Assistance, juga memberikan pelatihan-pelatihan bagi para teknisi agar sesuai standar pabrikan. [Xan/Ari]


Komentar