Tak Disangka, Tuna Netra adalah Penemu Cruise Control Share this

Tak Disangka, Tuna Netra adalah Penemu Cruise Control

Muhammad Ikhsan
oleh Muhammad Ikhsan
pada 10 Oktober 2015

DETROIT - Siapa sangka penemu fitur cruise control pada mobil-mobil saat ini adalah penyandang tuna netra. Ia adalah seorang pria bernama Ralph Teetor. Kemampuannya menciptakan fitur tersebut nyaris tidak mungkin dilakukan oleh manusia sehat pada umumnya. Edan.

Ide awal untuk menciptakan fitur Cruise Control saat Ia disetiri pengacaranya pada 1940-an. Teetor yang juga bekera sebagai seorang mekanik itu merasa tidak nyaman dengan cara berkendaranya, sebab pengacaranya memiliki kecenderungan untuk memperlambat laju kendaraan saat berbicara dan mempercepat laju kendaraan saat mendengarkan.

Dan beberapa tahun kemudian, pria kelahiran 17 Agustus 1890 itu mendaftarkan sebuah paten pertama pada 1948 untuk fitur cruise control dengan nomor registrasi US 2519858.

ralph-teetor

Setelah bekerja hampir 1 dekada sejak mendapatkan paten pada 1948, Teetor akhirnya berhasil menciptakan sebuah perangkat cruise control yang akan dipasang pada kendaraan dan dijual secara komersial.

Mengutip todayifoundout, mobil pertama yang menggunakan fitur canggih itu adalah Chrysler Imperial, New Yorker, dan Windsor pada tahun 1958, dan dua tahun kemudian fitur ini menjadi fitur standar pada semua mobil lansiran Cadillac.

Saat itu, sistem kerja cruise control dengan menghitung kecepatan berdasarkan rotasi driveshaft. Sementara fungsi katup solenoid pada karburator mengatur sesuai kebutuhan.

Dalam sejarah tercatat, Teetor sebagai penyandang tuna netra akibat kecelakaan ketika Ia berusia lima tahun. Meski tidak bisa melihat, namun Teetor orang dengan jiwa besar.

Dia adalah lulusan terbaik bidang teknik mesin University of Pennsylvania pada 1912. Sejarah lain mencatat Teetor juga mengembangkan teknologi rotor turbin uap yang digunakan di kapal Perang Dunia I. [Ikh/Idr]

Sumber: Mobil123


Komentar