Suzuki Ertiga Diesel Hybrid di Indonesia Tak Pakai Baterai Lithium ion Share this
Berita Mobil
Mode baca

Suzuki Ertiga Diesel Hybrid di Indonesia Tak Pakai Baterai Lithium ion

Muhammad Ikhsan
oleh Muhammad Ikhsan
pada 08 Februari 2017

Foto: Gudang mesin Suzuki Ertiga Diesel Hybrid

BOGOR - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) resmi memasarkan Suzuki Ertiga Diesel Hybrid. Mobil ini tampil beda di segmen low MPV dengan mengusung mesin diesel berteknologi hybrid.

Suzuki Ertiga Diesel Hybrid menawarkan mesin diesel berkode D13A kapasitas 1.248cc empat-silinder. Hampir tak ada perbedaan antara Ertiga Diesel Hybrid untuk Indonesia dan India.

Namun Ertiga Diesel Hybrid untuk pasar mobil Indonesia tidak dilengkapi baterai lithium ion seperti di India. SIS menggantinya dengan baterai single berkapasitas 70 Ampere.

Menurut Donny Saputra, Direktur Marketing 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), satu baterai 70 Ampere saja sudah cukup. Alasan Suzuki enggan menggunakan baterai lithium ion sebagai penyimpan daya karena kondisi pasar di dalam negeri yang belum siap saat ini.

"Ada beberapa alasan yaitu pertama biaya perawatan, harganya cukup tinggi dan belum tersedia tempat daur ulang baterai lithium ion di Indonesia," kata Donny di Bogor, Rabu (8/2/2017).

Meskipun baterai lithium-ion bisa menyimpan banyak energi dan berdaya tahan lama, tetapi harganya lebih mahal. Baterai lithium ion digunakan Suzuki Ertiga Diesel Hybrid di India umumnya dijual di atas Rp 7 juta, sementara itu jika menggunakan baterai 70 Ampere harganya cuma Rp 1,1 juta. Artinya konsumen bisa menghemat lebih banyak uang.

Untuk daya tahan, SIS menjanjikan baterai 70 Ampere bisa digunakan paling lama sampai dua tahun.

Harold Donnel, Head of Brand Development & Marketing Research 4W PT SIS memaparkan, Integrated Starter Generator (ISG) merupakan komponen penting pada sistem mild hybrid ini.

ISG sendiri memiliki dua fungsi yaitu sebagai generator (menangkap & menyimpan energi ke baterai) saat deselerasi (perlambatan). Kedua sebagai motor (memberikan tambahan tenaga ke mesin saat akselerasi).

Pada fungsi generator, out daya ke baterai 70 Ampere telah direvisi untuk mengantisipasi baterai 70 Ampere cepat terisi penuh.

Harold menyakini meski cuma mengandalkan baterai 70 Ampere, namun minim risiko baterai cepat rusak karena telah teruji. SIS sendiri menerapkan warranty selama 3 tahun atau 100.000 km atau yang mana lebih dahulu tercapai. [Ikh]


Komentar