Strategi Nusantara Harley-Davidson Hadapi Pasar Indonesia Share this
Workshop
Mode baca

Strategi Nusantara Harley-Davidson Hadapi Pasar Indonesia

Denny Basudewa
pada 09 Desember 2016

Foto: President Director Nusantara Harley-Davidson

JAKARTA – Harley-Davidson kembali membuka bisnisnya di Indonesia pasca penutupan kegiatan operasi PT Mabua Motor Indonesia (Mabua) sebagai agen pemegang merek (APM) Harley-Davidson.

Hal ini dengan hadirnya Nusantara Harley-Davidson yang diresmikan di Jakarta kemarin. Ditunjuk oleh Harley-Davidson Motor Company (HDMC) sebagai salah satu authorized dealer di Tanah Air, PT Nusantara Moto Indonesia bertekad meraimaikan pasar otomotif khususnya roda dua berkapasitas mesin besar.

Namun, sebagai pemain baru di segmen motor terutama Harley-Davidson, mereka tidak dilema akan bernasib sama dengan pendahulunya. Seperti diketahui, Mabua Harley-Davidson yang sebelumnya bertindak sebagai APM memutuskan mundur dari kancah otomotif Tanah Air.

Kini mereka hadir sebagai salah satu dealer yang dipercaya, memasarkan sepedamotor asal negeri Paman Sam tersebut di Indonesia. Kemudian muncul pertanyaan bagaimana strategi bisnis Nusantara Harley-Davidson di Indonesia?

“Di otomotif ini kita selalu berorientasi kepada costumer oriented. Kita tahu populasi Harley di Indonesia kan besar, lebih dari 6.000 unit. Itu yang kita tahu, belum lagi yang tidak ketahui. Berarti potensial bisnisnya juga masih besar," ujar Joe Ferry, President Director Nusantara Harley-Davidson.

Guna mencegah terjadinya hal serupa dengan Mabua, Ia mengatakan bahwa saat ini sistem bisnis yang diterapkan berbeda dari sebelumnya. Sebagai dealer pihaknya hanya fokus berjualan sepedamotor.

“Sekarang sistemnya dealership, bukan distributor lagi. Perbedaannya ada di tanggung jawab, karena dealer fungsinya lebih ke konsumennya. Kita tidak lagi mengurusi impor karena itu tugas dari ATPM,” jelas Joe saat ditemui di jalan Radio Dalam, Jakarta Selatan. Artinya ada perusahaan lain bertanggung jawab mengimpor Harley-Davidson ke Indonesia.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa pihaknya belum bisa menerapkan strategi khusus. Sebagai pemain moge baru di Tanah Air, Nusantara Harley-Davidson cenderung untuk menjalani bisnis barunya tersebut selama satu tahun ke depan.

“Saya belum bisa melihat peta persaingan dengan sangat jelas. Kita akan coba jalanin dulu setahun ke depan, setelah itu baru kita tetapkan strateginya. Pastinya kita fokus pada part, aksesori, service dan merchandise saja dulu,” lanjutnya. [Dew/Ikh]


Komentar