Shell Dukung Komunitas Motor Peduli Sesama Share this
Berita Motor
Mode baca

Shell Dukung Komunitas Motor Peduli Sesama

Denny Basudewa
pada 20 Juni 2019

Foto: Shell Lubricants

JAKARTA – Shell Lubricants meluncurkan kampanye, bagi komunitas sepedamotor yang berani melibas tantangan dalam kegiatannya sehari-hari.

Kampanye yang bertajuk ‘Shell Advance – Libas Tantangan Kita’, mendukung semua kegiatan positif para pengendara motor. Dalam hal ini para pengendara kuda besi yang mampu memberikan andil penting terhadap lingkungan sekitarnya.

Melalui kampanye ini, Shell Advance ingin memberikan dukungan, menyebarkan semangat positif dan mengajak para pengendara motor untuk berani melibas tantangan. Kami juga mengajak mereka untuk berani melalui rintangan untuk meraih kesuksesan dan membantu sesama,” ucap Dian Andyasuri, Direktur Pelumas PT Shell Indonesia, di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan (19/06).

Sebagai salah satu negara dengan jumlah pengendara sepedamotor terbesar di dunia. Indonesia memiliki banyak pengendara motor yang mampu melibas tantangan untuk membantu dan memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitarnya.

Dalam kampanye ‘Libas Tantangan Kita’, Shell menggandeng Mansetus Balawala, pelibas tantangan dari Larantuka, NTT yang memiliki inisiatif untuk meminjamkan motor. Ia juga memberikan pelayanan perawatan mesin motor berkala secara gratis untuk membantu para bidan, dokter dan mantri di Larantuka, NTT menjalankan tugas mereka.

Larantuka adalah sebuah kecamatan yang sekaligus ibu kota kabupaten Flores Timur dan merupakan salah satu dari empat pulau besar di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Secara geografis, Larantuka berada di bawah kaki gunung Mandiri yang merupakan wilayah pesisir. Sebagian masyarakat Larantuka masih tinggal di daerah perbukitan yang minim akses transportasi.

Setelah menyelesaikan pendidikan perguruan tingginya, Mansetus kembali ke Larantuka untuk mengabdi di kampung halamannya. Pada awal tahun 2000, Mansetus berdiskusi dengan petugas kesehatan dan penyuluh lapangan keluarga berencana di Larantuka.

Dari diskusi tersebut diketahui bahwa angka kematian ibu dan anak di Flores cukup tinggi. Hal tersebut seringkali dikarenakan keterlambatan petugas kesehatan untuk membantu masyarakat yang tinggal di pelosok karena kurangnya transportasi yang memadai dan kondisi medan yang cukup menantang untuk dilalui.

Kenyataan ini mendorong Mansetus bersama kelompoknya melakukan langkah nyata untuk menolong masyarakat. Pada tahun 2002, Mansetus bersama beberapa rekannya mendirikan Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS) NTT.

Yayasan ini memperkenalkan program peminjaman sepeda motor untuk membantu kegiatan operasional petugas kesehatan di lapangan. Cara ini diharapkan dapat membantu mendekatkan akses kesehatan kepada masyarakat dan menolong lebih banyak jiwa.

Upaya Mansetus tak hanya sampai disitu, karena ia juga memberikan pelatihan berkendara bagi bidan dan mantri, serta menyediakan jasa bengkel gratis bagi motor-motor yang dipinjamkan kepada petugas.

Terkadang Mansetus pun membantu mengantarkan dokter dan bidan setempat menembus wilayah pedalaman untuk memberikan pelayanan kesehatan. Hingga saat ini, YKS NTT telah memiliki 14 sepedamotor yang siap membantu para petugas kesehatan, mendatangi dan memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat Larantuka. [dew/Idr]


Komentar