Setiap 90 Detik Lahir 1 Unit Suzuki GSX-150 Share this
Berita Motor
Mode baca

Setiap 90 Detik Lahir 1 Unit Suzuki GSX-150

Adi Hidayat
pada 02 Februari 2017

BEKASI – PT Suzuki Indomobil Motor mulai memproduksi Suzuki GSX-R150 dan Suzuki GSX-S150 di pabrik PT SIM Plant Tambun 1, Bekasi Jawa Barat.

Tahap awal, pabrik tersebut memproduksi 9.000 unit GSX-150 per bulan untuk keperluan domestik dan internasional. Jumlah tersebut dianggap cukup untuk membangkitkan kembali penjualan sepedamotor Suzuki di Indonesia.

Untuk memproduksi GSX-150, PT SIM memanfaatkan satu line produksi dengan satu shift pekerjaan. Dengan ini, maka setiap 90 detik lahirlah satu unit GSX-150. Jumlah tersebut masih bisa ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan.

Guna memaksimalkan line produksi, PT SIM membagi dua bagian berdasarkan material yang akan dibuat yaitu logam dan plastic. Keduanya kemudian disatukan dalam proses perakitan untuk menghasilkan GSX-150 yang untuh.

Material bahan dasar logam akan melalui beberapa tahap. Pertama adalah pressing dimana lembaran logam dibentuk menjadi salah satu komponen motor seperti tangki bensin. Tangki bensin terbagi dua, kanan dan kiri. Keduanya disatukan di tahap kedua yaitu pengelasan. Setelah selesai, maka komponen tersebut akan masuk ke tahap plating.

Untuk komponen logam, PT SIM memproduksi frame, feul tank, swingarm, muffler dan rim wheel.

Sementara untuk bahan dasar plastik hanya melalui tahap injection dan painting. Dalam tahap injection ini, PT SIM menciptakan beberapa komponen eksterior. Bahan plastic masuk ke dalam sebuah alat lalu sekitar 40 detik kemudian, komponen yang diperlukan sudah jadi. Setelah itu, komponen tersebut masuk ke tahap painting untuk diwanai sesuai kebutuhan.

Untuk komponen plastic ini, Suzuki memanfaatkannya untuk menjadi body parts pada bagian luar.

Setelah itu seluruh komponen akan masuk pada tahap assembling. Pada tahap ini, komponen dirakit untuk menjadi satu unit khusus. Setelah selesai, motor akan dihidupkan untuk pertama kalinya dan di tes dyno.

“Pada setiap tahapan kami melakukan pengecekan untuk memastikan kualitas produk kami. Pengecekan tersebut dilakukan dengan dua metode yaitu pengujian 100 persen untuk setiap komponen dan metode sampling. Semua disesuaikan dengaan kebutuhan masing-masing,” ungkap Ivan Yoliga, Assisten to Department Head Production 2W PT SIM.

Dengan menggabungkan metode tersebut, Ia pun mengklaim dapat menekan jumlah komponen dan unit yang direject.

“Sangat kecil sekali kemungkinan ada komponen dan unit yang direject. Kalau pun ada, jumlahnya akan sangat kecil sekali,” pungkasnya. [Adi/Ikh]


Komentar