Setelah Hengkang, Begini Nasib Harley-Davidson di Jakarta Share this
Berita Motor
Mode baca

Setelah Hengkang, Begini Nasib Harley-Davidson di Jakarta

Denny Basudewa
pada 03 Oktober 2016

Foto: Pengguna Harley-Davidson segera punya rumah baru

JAKARTA – Mabua Harley-Davidson memutuskan untuk menghentikan seluruh operasinya pada Desember 2015. Selang beberapa bulan kemudian datang angin segar untuk para pecinta moge asal Amerika Serikat itu di Tanah Air.

Dikabarkan bahwa Jakarta akan kedatangan dua dealer Harley-Davidson dalam waktu dekat. Kelebihannya dealer-dealer itu dilengkapi pelayanan 3S (Sales, Service, Spareparts). Hal ini bisa menjadi obat rindu para pemilik dan pengguna moge tersebut.

Seperti diketahui, Mabua selaku agen tunggal pemegang merek Harley-Davidson di Indonesia, memutuskan untuk menghentikan aktivitasnya akhir tahun lalu.

Sejak saat itu, pengguna maupun pemilik motor tersebut seperti kehilangan induknya. Mereka kewalahan mencari tempat untuk melakukan service rutin atau sekedar mengganti oli. Padahal, peredaran motor bertubuh gambot itu sendiri cukup banyak di Tanah Air.

Dikatakan Jefrey Eugene selaku Sekretaris Jendral Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI), dua buah dealer akan segera menampakkan dirinya di Jakarta.

“Sebentar lagi akan ada dua dealer baru di Jakarta. Satu ada di Jakarta Utara atau tepatnya di Kelapa Gading, sementara satunya lagi berada di Jakarta Selatan. Di Gading akan dibuka atas kepemilikan pak Sahat Ketua Umum HOG, di (Jakarta) Selatan dibuka atas kepemilikan Putra Borneo,” ungkap Jefrey di Senayan kemarin (30/09).

Hadirnya dua dealer ini sendiri secara resmi ditunjuk oleh Harley-Davidson Motor Company (HDMC). Namun sayang, Jefrey tidak bisa bercerita lebih jauh mengenai kepastian tanggal dibukanya dua dealer tersebut.

Jefrey menambahkan bahwa selain dua dealer tersebut, kota Medan merupakan satu-satunya dealer yang bertahan setelah hengkangnya Mabua. Menurutnya, meskipun bernama sama, dealer tersebut merupakan milik pribadi.

“Medan tetap punya diler sendiri sampai saat ini. Karena meskipun namanya Mabua, tapi itu atas kepemilikan sendiri. Jadi tidak ada hubungannya dengan Mabua yang ada di Jakarta,” jelas Jefrey.

PT Mabua Harley-Davidson dan PT Mabua Motor Indonesia tidak memperpanjang keagenan Harley-Davidson di Indonesia karena mengalami berbagai kendala antara lain yaitu pajak bea masuk yang terlampaui tinggi dan semakin melemahnya nilai tukar rupiah. [Dew/Ikh]


Komentar