Sejarah dan Keunggulan Teknologi Quattro Share this

Sejarah dan Keunggulan Teknologi Quattro

Amos Arya
oleh Amos Arya
pada 21 Februari 2017

Foto: Keunggulan teknologi Quattro dari Audi

INGOISTADT - Audi merayakan tonggak bersejarah khusus pada tahun ini dengan meluncurkan Audi Q5 2.0 TFSI Quattro dari pabrik baru di San José Chiapa.

Audi Q5 2.0 TFSI Quattro merupakan mobil Audi ke-8 juta yang dilengkapi dengan penggerak Quattro. Teknologi ini akan memberikan keamanan dan kenyamanan tinggi baik itu di salju dan permukaan es.

Teknologi Quattro memulai debutnya pada 1980 dan teknologi ini telah disematkan dalam diri mobil Audi lebih dari 100 versi. Sistem penggerak empat roda Quattro menjadi perlengkapan standar pada Audi Q7, Audi A4 allroad quattro, Audi A6 allroad quattro, Audi A8, Audi R8, seluruh model S dan RS serta tersedia sebagai opsi bagi model-model lainnya.

Pada 2015, total 44 persen dari seluruh konsumen Audi di seluruh dunia memilih model yang menggunakan penggerak quattro. Audi Q5 menjadi salah satu model nomer satu dengan total 262.000 unit.

Audi model Quattro menjadi pilihan utama konsumen di Amerika Serikat, Kanada, Rusia dan Timur Tengah. Sedangkan di negaranya sendiri, penjualan mobil quattro mencapai 122.048 unit.

Produsen mobil asal Jerman ini menawarkan penggerak quattro dengan versi yang berbeda dan disesuaikan di setiap model. Untuk model compact dengan mesin melintang (horizontal) dilengkapi dengan sebuah multi-plat kopling hidrolis yang dikendalikan secara elektronis dan ditempatkan di poros roda belakang.

Pada mobil sport R8 yang mesinnya terletak di tengah, multi-plat kopling ditepatkan di poros roda depan sehingga pada saat menghadapi situasi tertentu, perangkat aktif tersebut mendistribusikan torsi berbeda-beda kepada setiap poros ban. Sedangkan gardan tengah yang dapat mengunci sendiri banyak digunakan di model-model Audi dengan posisi mesinnya memanjang (vertical).

Pada model ini, gardan tengah ini murni bekerja secara mekanis dan akan membagi torsi ke roda depan dan roda belakang dengan pembagian 40:60. Gardan sport tersedia di poros roda belakang pada beberapa unit dengan rentang mesin teratas.

Perangkat itu secara aktif mendistribusikan torsi di antara roda belakang yang masing-masing dilengkapi multi-plat kopling elektrohidrolik canggih. Dalam kasus ekstrem, hampir semua torsi disalurkan ke satu roda dan sistem tersebut mampu mendorong mobil ke dalam tikungan serta menghindari terjadinya understeer.

Quattro dengan teknologi ultra

Tahap terkini dari pengembangan Audi adalah penggerak quattro dengan teknologi ultra. Sistem ini didesain untuk model mesinnya ditempatkan memanjang.

Pada sistem ini, sebuah multi-plat kopling yang dikendalikan secara aktif di ujung (akhir) transmisi mendistribusikan torsi berbeda-beda di antara poros penggerak dalam operasi penggerak empat roda.

Sebuah decoupler pada gardan belakang dapat membuka koneksi ke roda belakang dan masing-masing kopling terbuka dalam situasi pengendaraan di mana sistem penggerak empat roda tidak diperlukan. Unit pengendali sistem menggunakan banyak sekali data untuk memproyeksikan keadaan kendaraan sekitar setengah detik ke depan.

Jika sistem mendeteksi bagian dalam ban kehilangan pijakan, informasi tersebut langsung diteruskan ke semua roda penggerak. Dengan demikian, penggerak empat roda akan selalu siap bereaksi jika diperlukan.

Konsep baru ini jauh meningkatkan efisiensi tanpa mengorbankan traksi atau pengendaraan yang dinamis.

Sejarah Teknologi Quattro

Audi mencapai tonggak bersejarah dalam sejarah otomotif dengan teknologi Quattro. Pada 1980, belum ada satu pun produsen mobil pun yang menawarkan sistem penggerak empat roda ringan dan bekerja cepat serta telah diproduksi dalam jumlah sangat banyak.

Teknologi ini pertama kali dikenalkan pada 1980 di Ur-quattro di Geneva International Motor Show. Pada 1986, Audi mengganti generasi pertama Quattro dengan gardan Torsen sehingga dapat mendistribusikan torsi ke roda secara berbeda-beda.

Pada 2005, Audi menambahkan planetary drive dengan distribusi tenaga dan torsi dinamis dan asimetris. Gardan tengah yang dapat mengunci sendiri masih terus dikembangkan oleh Audi.

Teknologi ini dianggap sebagai patokan bagi teknologi traksi untuk pengendaraan dinamis dan dipadukan dengan bobot sangat ringan.

Audi juga telah merayakan banyak kemenangan di dalam motorsport dengan teknologi Quattro. Beberapa gelar tersebut diraih di Kejuaraan Reli Dunia (WRC), enam kemenangan dalam lomba balap di Pikes Peak Hill Climb di Amerika Serikat, satu kemenangan di seri TransAm di Amerika Serikat, dua gelar DTM, 11 Super Touring Car Championships nasional, dan satu Touring Car World Cup.

Kemenangan Audi dengan teknologi Quattro terbaru berhasil diraih pada akhir November 2016. Mattias Ekström dan tim rallycross EKS berhasil meraih gelar Driver World Champion and Team World Champion dengan mengendarai Audi S1 EKS RX Quattro di FIA World Rallycross Championship.

Konsumsi bahan bakar model Quattro

Teknologi ini tidak hanya memberikan sensasi mengemudi yang dinamis saja, melainkan juga terkenal akan efesiensinya. Berikut daftar tingkat konsumsi BBM model Quattro.

Audi Q5 2.0 TFSI quattro S tronic (185 kW)

Konsumsi bahan bakar gabungan dalam l/100 km: 7.1 – 6.8** (33.1 – 34.6 US mpg)

Gabungan CO2 emisi dalam g/km: 162 – 154** (260.7 – 247.8 g/mi)

Audi A4 allroad quattro

Konsumsi bahan bakar gabungan dalam l/100 km: 6.7 – 4.9** (35.1 – 48.0 US mpg)

Gabungan CO2 emisi dalam g/km: 154 – 127** (247.8 – 204.4 g/mi)

Audi A6 allroad quattro

Konsumsi bahan bakar gabungan dalam l/100 km: 6.5 – 5.6** (36.2 – 42.0 US mpg)

Gabungan CO2 emisi dalam g/km: 172 – 149** (276.8 – 239.8 g/mi)

** Angka-angka tergantung pada lingkar roda dan ban yang digunakan. [Amo/Ikh]


Komentar