Sedan, antara Kebutuhan dan Gaya Hidup Share this
Berita Mobil
Mode baca

Sedan, antara Kebutuhan dan Gaya Hidup

Muhammad Ikhsan
oleh Muhammad Ikhsan
pada 24 Juni 2016

Foto: Selera konsumen sudah beralih ke mobil-mobi SUV dan MPV.

JAKARTA - Sedan merupakan segmen yang sulit tumbuh di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa penilaian bahwa melemahnya pasar sedan dampak dari pengenaan pajak barang mewah yang menyebabkan mobil model ini menjadi mahal. Konsumen pun enggan membeli sedan.

Soal merosotnya pasar sedan, Stanley Setia Atmadja, Direktur Utama PT Mandiri Utama Finance (MUF) punya pandangan lain. Ia justru tidak terlalu percaya betul bahwa melemahnya pasar sedan karena pajak berlipat ganda (antara 30-40 persen), namun menurutnya kurang diminati lantaran selera masyarakat Indonesia sudah beralih ke model-model MPV dan SUV.

Dan mahalnya pajak sedan yang disebut-sebut masalah bagi konsumen sepertinya terlalu dibesar-besarkan.

"Kalau saya bilang melemahnya sedan karena selera daripada konsumen itu sendiri. Dalam otomotif itu banyak tipe-tipe kendaraan mulai MPV, SUV, sedan dan lain-lain," kata Stanley di Jakarta.

Stanley melihat, penyebab kedua sedan tidak terlalu diminati karena dinilai kurang sesuai karekter konsumen otomotif di Indonesia. Konsumen saat ini lebih menyukai kendaraan yang dapat menampung lebih dari lima-penumpang.

"Seperti menjelang Lebaran ini yang namanya MPV laku keras. Itu sebenarnya karena selera dan need (kebutuhan) konsumen di Indonesia. Jadi kalau dilihat apakah sedan ini melemah tapi bukan karena sedannya (harga), tapi karena konsumen lebih tertarik ke model MPV, SUV. Pada akkhirnya produsen bisa mengatur sendiri, kalau memang MPV lebih laku, ya produksi sedan dikurangi saja," ucap Stanley.

Memang dalam beberapa tahun terakhir, Agen Pemegang Merek (APM) kendaraan kerap memohon pajak untuk sedan diturunkan. Dalam hal ini, Stanley kurang setuju. Ia menuturkan jika ingin menurunkan pajak sedan, kebijakan tersebut juga harus berlaku pada model-model lain.

Sedan memiliki tingkat kenyamanan melebihi kendaraan segmen manapun. Namun untuk membeli sedan, konsumen memang akan melihat sesuai kebutuhan di samping harganya yang relatif tinggi bagi sebagian orang.

Di satu sisi, apakah MUF akan mengeluarkan program pembiayaan khusus untuk meningkatkan pasar sedan? Untuk hal ini pihak MUF tidak berkenan dengan alasan tertentu.

"Ini terjadi karena perubahan selera konsumen dari sedan ke tipe-tipe lain. Saya melihat tidak harus ada effort khusus buat sedan. Yang penting dari kami adalah volume penjualan dari pasar otomotif nasional," tutup Stanley. [Ikh/Idr]


Komentar