Saat Penjualan Nasional Motor Baru Turun, Pembiayaan FIFASTRA Naik Share this
Berita Motor
Mode baca

Saat Penjualan Nasional Motor Baru Turun, Pembiayaan FIFASTRA Naik

Indra Prabowo
pada 02 Desember 2019

JAKARTA – Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional masih di bawah target 5,3% dan menurunnya pasar sepedamotor di Indonesia di Januari – Oktober 2019, FIFGROUP justru tumbuh.FIF

Sepanjang periode Januari – Oktober 2019, penyaluran pembiayaan anak perusahaan PT Astra International naik menjadi Rp 33,2 triliun dibanding Rp 31,7 triliun atau tumbuh 4,8%.

Dengan pencapaian tersebut, laba bersih perusahaan pembiayaan ini juga tercatat naik 7,9% dari Rp 2,00 triliun menjadi Rp 2,16 triliun pada Oktober 2019. 

“Perusahaan dapat tumbuh positif disebabkan senantiasa berusaha memberikan yang terbaik kepada para pelanggan serta mengedepankan berbagai improvement di setiap prosesnya. Ini berkat seluruh kinerja baik insan FIFGROUP dan komitmen yang terus kami lakukan untuk memberikan yang terbaik bagi para konsumen kami,” Presiden Direktur PT Federal International Finance (FIFGROUP), Margono Tanuwijaya.

Pencapaian di atas berbasis kepada performa 4 brand service FIFGROUP: FIFASTRA melayani pembiayaan motor dengan merk Honda; SPEKTRA membiayai perabot rumah tangga dan elektronik; DANASTRA yang melayani pembiayaan multiguna; dan AMITRA dengan layanan pembiayaan haji dan umroh.

FIFASTRA menjadi penyumbang terbesarnya dengan membiayai 2.487.507 unit atau setara dengan Rp 30,34 triliun, sepedamotor baru dan bekas. Performa FIFASTRA sepanjang Januari-Oktober 2019 lebih baik daripada di periode yang sama 2018 yang menorehkan 2.457.113 unit dengan nilai Rp 28,61 triliun.

Penyumbang terbesar berikutnya SPEKTRA  dengan pembiayaan sebanyak 616.194 unit atau Rp 2,29 triliun. Sementara AMITRA Rp 520,99 miliar.

Sumber pembiayaan FIFGROUP sendiri berasal dari obligasi Rp 4,26 triliun, pinjaman sebesar Rp 8,01 triliun dan Joint Financing Rp 5,6 triliun. Dengan begitu, aset FIFGROUP tumbuh 5,77% dari Rp 34,5 triliun pada periode Januari- Oktober 2018 menjadi Rp 36,5 triliun pada periode Januari- Oktober 2019.

Saat ini Perusahaan memiliki 236 kantor cabang, 409 POS dan lebih dari 1.000 Kios dari Sabang sampai Merauke. [Idr]


Komentar