Rifat Sungkar Ingatkan Pemudik Tentang Waktu Mudik Share this
Tips
Mode baca

Rifat Sungkar Ingatkan Pemudik Tentang Waktu Mudik

Adi Hidayat
pada 19 Juni 2017

JAKARTA – Melakukan mudik ternyata bukan semata-mata menyiapkan diri dan kendaraan tapi juga mengatur waktu.

Hal ini disampaikan oleh Rifat Sungkar, Pereli Nasional. Ia mengatakan bahwa pengaturan waktu atau management waktu yang tepat harus dilakukan karena kondisi jalanan berbeda dari biasanya.

“Perjalanan mudik kan lebih macet, jadi bila ingin berkendara buru-buru waktu perjalanan normal di kali tiga. Bila ingin berkendara santai maka waktu perjalanan normal dikali lima,” jelas Rifat.

Ia pun menambahkan bahwa tidak ada hal positif dalam berkendara yang terlalu mepet dengan hari Lebaran. Dengan membuat waktu perjalanan lebih singkat maka tingkat stress dalam berkendara akan semakin tinggi.

“Pemudik bilang mau mudik tiga hari sebelum Lebaran, itu sebenarnya judi. Pemudik berharap sampai di tujuan tepat waktu tapi kalau tidak sampai akan kecewa berat. Pikir baik-baik saja deh dengan pengalaman macet tahun lalu seperti itu, luar biasanya. Sekarang kita harus lebih bijaksana. Kita harus buat rencana yang lebih matang. Kalau tidak melakukannya berarti tidak belajar dari pengalaman kemarin,” tambahnya.

Tak hanya itu bila tiba sesuai dengan waktu yang diharapkan, belum tentu kondisi pemudik sesuai dengan harapan. Hal ini karena tingkat stess yang lebih tinggi.

“Pemudik pasti jadi maunya buru-buru sehingga mengemudi jadi tidak bener. Ingin senang-senang ditujuan tapi ketika tiba sudah bete dan capek di jalan. Dan sepanjang jalan akan merasa cemas, dan itu tidak baik untuk keselamatan berkendara. Berpengaruh ke cara mengemudi yang berubah menjadi lebih agresif,” pungkasnya.

Kemacetan parah memang terjadi pada musim mudik tahun lalu. Ketika itu beberapa orang harus kehilangan nyawanya karena terjebak kemacetan menjelang pintuk keluar tol Brebes. Tragedi tersebut pun kini dikenang sebagai tragedy Brexit.

Mengantisipasi terjadinya hal serupa, Kepolisian Republik Indonesia pun meminta kepada Pemerintah agar cuti bersama ditambah. Hal ini agar tidak terjadi konsentrasi kepadatan pemudik khususnya di jalan tol. Pemerintah pun meresponnya dengan menambah cuti bersama satu hari, lebih sedikit dari perintaan Kepolisian yaitu dua hari. [Adi/Ikh]


Komentar