Resmi, Pabrik Nissan di Indonesia Ditutup Share this
Berita Mobil
Mode baca

Resmi, Pabrik Nissan di Indonesia Ditutup

Indra Prabowo
pada 29 Mei 2020

Foto: Nissan CEO Makoto Uchida

YOKOHAMA – Nissan Motor mengabarkan rencana 4 tahun untuk mendapatkan pertumbuhan berkelanjutan, stabilitas keuangan, dan profitabilitas pada akhir tahun fiskal 2023 (FY23). Rencana yang dapat diskalakan ini melibatkan rasionalisasi biaya dan optimalisasi bisnis, akan menggeser strategi perusahaan dari fokus masa lalu pada ekspansi yang meningkat.

Salah satunya Nissan Motor akan menutup fasilitas manufaktur di Indonesia dan berkonsentrasi pada pabrik Thailand sebagai basis produksi tunggal di ASEAN.

Nissan Motor akan memanfaatkan aset Aliansi (Renault-Nissan-Mitsubishi) untuk mempertahankan bisnis Nissan di tingkat operasional yang sesuai di Amerika Selatan, ASEAN, dan Eropa.

Pabrikan mobil yang bermarkas di Yokohama ini pun menyatakan akan menghentikan penjualan Datsun di Korea Selatan dan Rusia. Pabrik Nissan di Barcelona, Spanyol, akan ditutup. Nissan akan focus ke pasar-pasar inti yakni Jepang, China dan Amerika Utara.

Kapasitas produksi Nissan akan turun 20% menjadi 5,4 juta unit per tahun. Tingkat pemanfaatan pabrik di atas 80%, sehingga akan membuat operasi lebih menguntungkan. Biaya tetap (fixed cost) akan dipangkas sekitar 300 miliar yen.

Lalu Nissan akan merasionalisasi jajaran produk global sebesar 20% (dari 69 menjadi kurang dari 55 model). Namun dalam 18 bulan ke depan Nissan akan meluncurkan 12 model baru.

“Rencana transformasi kami bertujuan untuk memastikan pertumbuhan yang stabil alih-alih ekspansi penjualan yang berlebihan. Kami sekarang akan berkonsentrasi pada kompetensi inti kami dan meningkatkan kualitas bisnis kami, sambil mempertahankan disiplin keuangan dan fokus pada pendapatan bersih per unit untuk mencapai profitabilitas. Ini bertepatan dengan pemulihan budaya yang didefinisikan oleh "ke-Nissan-an" untuk era baru," kata Makoto Uchida, Nissan chief executive officer, kemarin (28/5), di Yokohama.

Nissan berencana akan memperluas kehadiran kendaraan-kendaraan listrik (EV) dan mobil-mobil yang digerakkan-motor-listrik, termasuk e-POWER, dengan lebih dari 1 juta unit penjualan diharapkan per tahun pada akhir FY23.

Di Jepang, Nissan akan meluncurkan dua kendaraan listrik dan empat kendaraan e-POWER lagi, meningkatkan rasio elektrifikasi hingga 60% dari penjualan

Memperkenalkan sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut ProPILOT di lebih dari 20 model di 20 pasar, menargetkan lebih dari 1,5 juta unit akan dilengkapi dengan sistem ini per tahun pada akhir FY23. [Idr]

 


Komentar