Rekam Jejak Karir Balap The Doctor Share this
MotoGP
Mode baca

Rekam Jejak Karir Balap The Doctor

Ary Dwinoviansyah
oleh Ary Dwinoviansyah
pada 18 Februari 2019

JAKARTA - Valentino Rossi masih tercatat sebagai salah satu pembalap yang berhasil menjadi juara dunia dengan lima mesin berbeda. 

16 Februari 2019 lalu, Rossi genap berusia 40 tahun. Meski tak lagi muda, semangat pembalap tim Monster Yamaha ini sepertinya tak pernah surut untuk tetap berkompetisi di MotoGP 2019. Apalagi, jika diingat masa-masa kejayaannya di masa lalu. 

Rossi pertama kali terjun ke arena Grand Prix (GP) kelas 1125 cc pada 1996. Di tahun perdananya, Rossi muda belum bersinar karena hanya mampu meraih satu kemenangan saja. Namun, Rossi berhasil merebut gelar juara dunia pertamanya pada musim kedua menunggangi Aprilia RS125.

Gelar juara dunia selanjutnya dicetak saat membalap dengan motor 250 cc, Aprilia RS250. Hanya saja torehan tersebut baru bisa dilakukannya pada musim 1999. Sementara balapan kelas tersebut pertama kali dibuka pada tahun 1998. 

Usai juara dunia 250 cc, Rossi pun didaulat naik ke kelas utama yaitu MotoGP (2000) yang masih menggunakan mesin 2-tak berkapasitas 500 cc. Bersama tim Nastro Azzurro Aprilia, penampilan Rossi melejit walaupun masih berstatus sebagai runner up. Setahun berikutnya, Rossi baru membuktikan ketangguhan Honda NSR500 dengan menjadi juara dunia MotoGP 2001.

Kemudian, era baru MotoGP lahir di tahun 2005. Rossi yang akhirnya digandeng tim pabrikan Repsol Honda menjadi saksi pertama ketangguhan motor 4-tak Honda RC211V. Dengan motor 990 cc itu Rossi digdaya dengan menjuarai dua musim sekaligus (MotoGP 2002 dan 2003). Namun, pada musim 2004 Rossi hengkang dan bergabung dengan tim Yamaha. 

Penampilannya bersama Yamaha juga tak kalah memukau. Setahun setelah kepergiannya ke pabrikan garputala, The Doctor juga masih mampu menjadi raja di MotoGP. Dua musim berturut-turut (MotoGP 2004 dan 2005), Rossi menjadi juara dunia bersama Yamaha YZR-M1. 

Dalam 7 tahun pertamanya bersama Yamaha, Rossi juga terlibat dalam pengembangan motor Yamaha yang sempat turun ke 800 cc hingga kembali lagi ke 990 cc. Namun, MotoGP 2009 merupakan persembahan gelar juara dunia terakhir Rossi bersama Yamaha. Usaha untuk menambah pencapaian terus dilakukan, termasuk ketika memilih pindah ke Ducati. Harapan sempat muncul ketika memilih pulang ke kubu Yamaha.  

Tapi, lagi-lagi Rossi belum mampu mengembalikan masa kejayaannya. Langkahnya untuk mengoleksi gelar juara dunia lagi tertahan oleh kehadiran pembalap-pembalap muda berbakat. Contohnya di musim MotoGP 2014 di mana Marc Marquez menggagalkan ambisinya untuk menjadi juara dunia. Meski begitu, Rossi masih akan tetap membalap hingga 40 tahun ke atas. Salah satu tujuannya adalah mengumpulkan gelar juara dunia ke-10 di MotoGP 2019. [Ary/Idr]    


Komentar