Prius PHEV Dikenalkan, Kian Menguatkan Posisi Toyota Share this
Mobil Baru
Mode baca

Prius PHEV Dikenalkan, Kian Menguatkan Posisi Toyota

Indra Prabowo
pada 17 Maret 2020

JAKARTA – Sebagai pelopor mobil hybrid, Toyota mengenalkan Prius Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) di Indonesia. Ini merupakan salah satu upaya Toyota untuk mendorong popularitas dan populasi kendaraan berlistrik di Tanah Air.

Prius PHEV disokong oleh mesin 2ZR-FXE berkapasitas 1.800 cc dengan tenaga dan torsi maksimum masing-masing 98 PS dan 142 NM, serta motor listrik 1 NM/ISM dengan power dan torque maksimum masing-masing 53 Kw (98 PS) dan 142 Nm.

Jika kita mengendarainya dalam mode BEV mempunyai daya jelajah 68,2 km. Dengan cruising range tersebut membuat Prius PHEV mempunyai fleksibilitas yang lebih baik sehingga penggunaannya menjadi lebih optimal.

Baterai jenis Lithium-Ion mempunyai voltase 3.7 v per cell. Baterai ini mempunyai 95 cell sehingga secara keseluruhan mampu menghasilkan listrik 315.5 voltage. Battery capacity tercatat 8.8 kW. Untuk pengisian penuh dibutuhkan waktu 2 jam 20 menit jika menggunakan listrik dengan tegangan 220 Volt 16A.

Toyota melengkapinya dengan berbagai fitur keselamatan tertinggi di Toyota yaitu Toyota Safety Sense (TSS), Blind Spot Monitor (BSM), Hill-Start Assist Control (HSA), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), Tire Pressure Warning System, dan Vehicle Stability Control (VSC).

“Dengan kehadiran Prius PHEV ini, kami berharap dinamika pasar kendaraan elektrifikasi semakin tinggi sehingga tujuan untuk akselerasi kendaraan elektrifikasi bisa tercapai. Ke depannya, sesuai dengan kebutuhan masyarakat, kami tentu akan terus melengkapi segmen mobil di Indonesia dengan berbagai line-up, termasuk Battery Electric Vehicle (BEV),” kata Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy.

Toyota menjadi pelopor kendaraan berlistrik di Indonesia dengan Prius Hybrid pada 2009. Tiga tahun kemudian (2012), Camry Hybrid dipasarkan.

Sampai saat ini akumulasi penjualan kendaraan berlistrik Toyota sudah melampaui 2.600 unit. [Idr]


Komentar