Polka Barbershop, Tempat Cukur Para Bikers Share this
Hangout
Mode baca

Polka Barbershop, Tempat Cukur Para Bikers

Ary Dwinoviansyah
oleh Ary Dwinoviansyah
pada 16 Mei 2018

JAKARTA - Polka Barbershop bisa menjadi tempat favorit, apalagi ada penawaran menarik bagi para bikers atau komunitas roda dua.

Tren custom scene yang semakin marak turut mendongrak perkembangan lifestyle-nya. Wajar, jika sekarang bisnis bernuansa bikers kian menjamur. Begitu pula dengan usaha yang tengah dijalankan Perry Primanda.

Jika kebanyakan pebisnis bermain di area apparel dan sejenisnya, Perry justru fokus mengembangkan usaha potong rambut bernama Polka Barbershop.

Perry mengatakan dekorasi Polka Barbershop berdesain modern dengan sentuhan klasik dan nyaman. Tak lupa pula selama dicukur, konsumen disajikan hiburan dari lagu-lagu bergenre rock and roll hingga rockabilly.

"Ini cerminan yang tepat untuk mengambarkan semangat dunia lelaki dan roda dua," sahut Perry.

Apalagi, jika ditilik asal muasal kata Polka berasal dari bahasa Sunda yang berarti dicukur untuk laki-laki. Sementara untuk model atau style rambut, para berberman handal Polka akan menyesuaikan dengan kepribadian dan model kepala bikers. Polka juga akan membuat model rambut bikers agar mudah ditata kembali setelah menggunakan helm.

Anda para bikers yang berminat bisa langsung mendatangi lokasi gerai Polka Barbershop di Jalan Kolonel Sugiono No. 43 BKT Duren Sawit, Jakarta Timur (10.00-22.00 WIB). tarif potong rambut yang dibayar adalah Rp 35 ribu (dewasa) dan Rp 25 ribu (anak-anak). Polka juga memiliki program promosi khusus bagi anggota komunitas roda dua.

Supaya lebih dikenal kalangan bikers, tak jarang juga Polka hadir di event-event bikers seperti acara Jejak Roda 2018 lalu. Bahkan, di sana mereka memberikan suguhan berbeda di mana para bikers diajak potong rambut gratis sembari duduk di atas sebuah motor klasik Royal Enfield Classic 350.

Kata Perry, para biker yang dipangkas rambutnya akan mendapatkan pengalaman berbeda. Namun, tetap menghadirkan perasaan klasik dari sebuah barbershop.

"Kami ingin membangkitkan sensasi maskulin. Posisi duduk di atas motor dapat memberikan perasaan sigap untuk menghadapi segala aktifitas ke depan," tutup Perry. [Ary/Ari]


Komentar