Plus Minus Builder Motor Custom Bali di Mata Juri Suryanation Motorland Share this
Modifikasi
Mode baca

Plus Minus Builder Motor Custom Bali di Mata Juri Suryanation Motorland

Adi Hidayat
pada 22 Oktober 2017

Foto: Suryanation-Motorland-OS-1

DENPASAR – Suryanation Motorland dihadiri ratusan peserta.

Acara ini pun membawa sejumlah motor yang memang sangat menarik dan berbeda dibandingkan dengan di daerah-daerah lain. Hal ini diakui sebagai keunggulan tersendiri dari builder di Bali.

“Motor-motornya cukup menarik ya. Bali ini punya keunikan sendiri dibanding kota lain karena di sini penggiatnya jauh lebih banyak dan lebih berkreasi. Mungkin karena aturan di sini sedikit lebih bebas sehingga mereka bisa dengan motor modifikasi. Kalau di Jawa kan agak lebih sungkan. Tapi kalau dari kualiatas, tinggal poles sedikit lagi saja mereka akan jadi lebih bagus,” jelas Bimo Hendrawan, salah satu juri Custom Bike Competiton Denpasar.

Meski demikian, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para modifikator motor di Bali. Salah satunya adalah terkait krom yang digunakan. Pasalnya, Ia melihat banyak hasil akhir krom yang kurang baik sehingga membuat krom terlihat berbintik-bintik.

“Chrome itu ada prosesnya. Pertama harus dipoles kasar lalu masuk ke halus baru dicelup dengan tembaga. Nah proses tersebut kelihatannya kurang lengkap dilakukan. Selain itu juga mungkin Bali juga bukan tempat yang cocok untuk industri krom. Ini karena di Bali sudah laut semua sehingga suhunya tidak mendukung,” tambah Bimi.

Untuk itu, Ia menyarankan agar untuk meminimalisasi penggunaan krom. Builder diharapkan lebih berkreasi pada sisi penggunaan cat sehingga kualitas pekerjaan motor custom bisa lebih baik lagi ketimbang dipaksakan menggunakan krom.

“Karena kalau krom kualitas seperti itu, dua-tiga bulan sudah rusak lagi. Jadi lebih baik di alokasikan ke yang lainnya,” pungkas Bimo. [Adi/Ikh]


Komentar