Peugeot Speedfight 125 Rasa Yamaha R1 dan Honda Vario Share this
Modifikasi
Mode baca

Peugeot Speedfight 125 Rasa Yamaha R1 dan Honda Vario

Ary Dwinoviansyah
pada 05 Maret 2019

JAKARTA - Peugeot Speedfight 125 ini kian maksimal berkat sentuhan tangan Muhazat, punggawa RMC (Racing Muzat Continue) yang membuat aura sport skuter Prancis ini semakin kental. 

Ronny Herliantho, Ketua Umum Peugeot Scooter Family (PSF) mengaku belum puas dengan Speedfight 125 yang dipinangnya melalui Peugeot Motorcycle Indonesia. Untuk itu, Ia pun menitahkan Muhazat untuk merombaknya di markas RMC di bilangan Kukusan, Depok. 

"Dia cuma kasih motor saja dan terserah saya mau dibuat seperti apa. Ubahannya memang tidak banyak dan warna pun begitu, terutama di body karena saya tidak mau menghilangkan ciri dari Peugeot-nya," katanya kepada Otospirit.com

Bisa dilihat pada area setang, pria yang akrab disapa Muzat itu hanya mengganti handgrip, spion, handle rem serta bar end saja. Pergantian spare parts cukup mencolok justru terdapat pada sektor kaki-kaki. Muzat mengganti kaliper rem bawaan pabrikan dengan merek Brembo yang diikuti dengan susbstitusi selang rem. 

"Boleh dibilang, paling menonjol dari modifikasi Speedfight 125  ini adalah penggunaan knalpot Arrow untuk Yamaha R1. Supaya bisa terpasang, headernya diganti dengan ukuran 24 mm supaya performa dari knalpot lebih baik," papar Muzat. 

Selanjutnya, Muzat juga memasangkan shock belakang Ohlins. Menurut Muzat, suspensi peruntukkan Honda Vario 150 ini sama persis dengan ukuran shock bawaan Speedfight 125. Dengan begitu, Ronny juga bakal mudah mendapatkan pengaturan agar lebih nyaman saat mengendarai motornya.

Pada bagian mesin, Muzat tidak melakukan modifikasi ekstrim. Menariknya, Ia ternyata menggunakan spare part yang notabene kepunyaan skutik Jepang. 

"Mesin memang tidak di bore up karena buat harian. Jadi, saya cuma membubut untuk mengubah derajatnya, upgrade CVT dan roller pakai punya Honda Vario 150 yang 8 gram. Tujuannya adalah supaya motor bisa lebih responsif di kondisi stop and go," tutur Muzat. 

Dia mengaku waktu pengerjaan Peugeot Speedfight 125 ini memakan waktu kurang dari sebulan. Sementara Ronny harus mengeluarkan dana sekitar Rp 30 jutaan untuk mendapatkan tampilan motor seperti sekarang ini. Sudah pasti barang termahal berasal dari knalpot Arrow tadi.  

"Kalau saya lihat dia puas dengan hasilnya. Tapi, sepertinya masih ada yang mau diubah lagi nanti. Salah satunya adalah mengganti suspensi depan dengan model upside-down (USD). Mungkin nanti saya akan coba pakai produk after market buat Yamaha NMax," tutup Muzat. [Ary/Ari]

Data modifikasi: 

Shock belakang

Ohlins

Knalpot

Arrow Yamaha R1

Handle rem

Bikers

Handgrip

Bikers

Bar end

Fast Bikers

Spion

Rizoma

Selang rem

Scarlet

Baut

Probolt


Komentar