Pertamina & UNS Produksi Baterai Lithium-ion Share this

Pertamina & UNS Produksi Baterai Lithium-ion

Indra Prabowo
pada 16 Juli 2018

SURAKARTA – Penggunaan sepedamotor listrik sudah di depan mata. Pertamina dan Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil memproduksi Lithium-ion battery (LIB) untuk penggerak sepedamotor listrik yang hemat dan murah.

Baterai ini mampu membawa sepedamotor listrik melaju hingga 80-100 kilometer hanya dengan biaya Rp 5000,00.

Senior Vice President Research & Technology Center, Herutama Trikoranto mengatakan Battery Cells produk kerjasama Pertamina UNS akan dijadikan battery pack, antara lain ditujukan untuk sepedamotor listrik. Baterai ini merupakan pengembangan battery pack yang sebelumnya dibuat bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

Menurut Herutama, satu unit battery pack nanti akan memiliki kapasitas 3 kWh untuk motor listrik dengan kekuatan 5 kW atau  lebih kurang setara dengan mesin motor dengan pembakaran internal berkapasitas 125-150 cc.  “Kekuatan baterai mampu menjangkau jarak jauh. Untuk produksi selanjutnya Baterai lithion ini akan dikirim ke ITS di Surabaya,”katanya.

Perbandingannya, lanjut Herutama sama dengan jarak tempuh sepeda motor dengan pembakaran internal (ICE, internal combustion engine) yang membutuhkan BBM 2-3 liter.  Dengan  tarif listrik tertinggi saat ini Rp 1.644,52 per kWh,  maka untuk jarak tempuh lebih jauh dengan biaya lebih murah.  Kendaraan listrik yang didesain menggunakan battery pack itu cukup 2-3 kali pengisian ulang per minggu untuk pemakaian normal di dalam kota.

Herutama mengungkapkan bahwa LIB produksi Pertamina – UNS ini dibuat pada skala demonstration plant yang siap untuk dikomersialisasikan di mana riset formulai hingga scale-up dilakukan oleh anak bangsa.

“Pertamina mendukung pengembangan energi baru terbarukan sesuai dengan Roadmap Pertamina 2030 dan sejalan kebijakan global untuk menurunkan kadar emisi melalui penggunaan energi ramah lingkungan seperti kendaraan listrik. Baterai menjadi isu penting bagi pengembangan kendaraan listrik. Karena itu teknologi pembuatan baterai menjadi bisnis yang strategis,” kata Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Resiko PT Pertamina Gigih Prakoso. [Idr]


Komentar