Pertamina Siap Pasarkan Pertamax Turbo Euro 4 di 300 SPBU Share this
Berita Mobil
Mode baca

Pertamina Siap Pasarkan Pertamax Turbo Euro 4 di 300 SPBU

Denny Basudewa
pada 20 Desember 2017

Foto: Pertamax Turbo Euro 4

JAKARTA – PT Pertamina Persero menyatakan siap untuk memasarkan Pertamax Turbo Euro 4 di 300 SPBU Jakarta, Jawa Barat (Jabar) dan Banten.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), telah menuangkan aturan mengenai standar emisi Euro 4, Nomor 20 tahun 2017. Aturan tersebut akan menggantikan standar bahan bakar saat ini yakni Euro 2.

Indonesia saat ini yang masih menggunakan standar Euro 2, sangat jauh tertinggal dari negara-negara lain. Jelang diresmikannya standar Euro 4 tahun depan, Pertamina mengatakan siap untuk memasarkan bahan bakar minyak (BBM) dengan mengikuti standar Euro 4.

“Kami secara bertahap akan terus berusaha mencapai standar BBM kualitas Euro 4 sebagaimana yang telah diterapkan di negara Eropa. Pertamax Turbo memiliki kualitas tinggi dengan kandungan sulfur lebih rendah mencapai maksimal 50 parts per million (ppm). Kandungan sulfur yang semakin rendah, maka dampak negatif dari polusi yang dihasilkan juga akan semakin rendah,” ujar Adiatma Sardjito, Vice President Corporate Communication Pertamina.

Perusahaan milik negara tersebut menyatakan telah memproduksi Pertamax Turbo Euro 4 di kilang Balongan. Kemudian disalurkan ke beberapa refinery dan dipasarkan melalui ratusan SPBU di beberapa wilayah.

“Kami telah memproduksi Pertamax Turbo Euro 4 di kilang Balongan. Selanjutnya bahan bakar jenis baru ini akan dikirimkan ke Plumpang, Cilacap dan Balongan itu sendiri. Kemudian akan dipasarkan lewat 300 SPBU di Jakarta, Jawa Barat dan Banten atau MOR III,” kata Jumali, Vice President Retail Fuel Marketing PT Pertamina (Persero) di Jakarta (20/12/2017).

Ia menjelaskan bahwa standar emisi Euro 4 sangat ramah lingkungan, karena memiliki kadar sulfur yang lebih rendah dari sebelumnya. Adapun Pertamax Turbo Euro 4 mengandung sulfur di bawah 50 ppm.

Tak lupa dijelaskan pula bahwa bahan bakar ini akan dipasarkan dengan harga Rp 9.350 perliter. Jumali menegaskan bahwa dengan mengurangi jumlah sulfur, sekaligus mengurangi kandungan berbahaya seperti karbon monoksida dan Hydro Monoksida. [Dew/Ikh]


Komentar