Pertamina MOR III Proyeksikan Kenaikan Pertamax Series 2% Share this
Berita Mobil
Mode baca

Pertamina MOR III Proyeksikan Kenaikan Pertamax Series 2%

Denny Basudewa
pada 21 Desember 2019

Foto: Pertamina (Persero)

JAKARTA – Musim liburan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, PT Pertamina (Persero) menyiapkan kemungkinan adanya kenaikan permintaan.

Pada umumnya musim liburan akan diisi dengan perjalanan darat baik mudik atau ke destinasi wisata. Kegiatan yang sudah menjadi tradisi ini selaras dengan meningkatnya permintaan akan bahan bakar hingga kebutuhan gas LPG.

Pertamina MOR III memproyeksikan peningkatan konsumsi BBM jenis Premium dan Pertaseries di wilayah Jawa Bagian Barat, selama masa liburan Nataru sebanyak 2 persen. Jika konsumsi normal sebesar 27 ribu KL per hari, maka dalam masa Satgas Nataru, perusahaan milik negara ini menyiapkan sekitar 28 ribu KL per hari.

Sementara untuk BBM jenis solar baik Biosolar maupun Dexseries, justru diproyeksikan akan mengalami penurunan. Bahan bakar jenis ini dikatakan akan terkoreksi 12 persen dari 10.8 ribu menjadi 9.5 ribu KL per hari.

Sedangkan konsumsi gas LPG (Liquefied Petroleoum Gas) juga diproyeksikan rata-rata meningkat 3 persen. Untuk mendukung kelancaran pasokan LPG subsidi maupun non subsidi, Pertamima MOR III selama masa Satgas Nataru, telah menyiagakan 1.049 Agen LPG PSO siaga dan 6.077 Pangkalan LPG siaga. Selain itu, masyarakat yang menggunakan LPG Non Subsidi juga dapat menikmati layanan siaga di 178 Agen LPG Non PSO siaga serta 632 Sub Agen LPG Non PSO siaga.

“Layanan ini kami maksimalkan, agar masyarakat semakin mudah mendapatkan akses BBM, sehingga perjalanan lancar. Namun demikian kami harapkan kepada pemudik yang akan melalui tol layang agar memastikan BBM sudah dalam kondisi penuh sebelum masuk tol, karena di jalan layang tidak terdapat fasilitas SPBU dan penggunaan kendaraan roda dua di jalan layang tol elevated harus mendapatkan ijin dari pihak berwenang,” ujar Tengku Fernanda, General Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III. [Dew/Idr]


Komentar