Penyebab Fitur ProPilot Nissan Sulit Diterapkan di Indonesia Share this
Mobil Baru
Mode baca

Penyebab Fitur ProPilot Nissan Sulit Diterapkan di Indonesia

Amos Arya
oleh Amos Arya
pada 05 Desember 2016

Foto: Fitur ProPilot dalam diri all-new Nissan Grand Livina

BANDUNG – Fitur ProPilot tersimpan pada all-new Nissan Serena diklaim telah memberikan berbagai macam kemudahan pengendaraan.

Teknologi ProPilot yang dikemas ke dalam Nissan Intelligent Mobility ini telah memberikan kemudahan kepada pengemudi. Namun, disayangkan teknologi mobil bergerak otonom pertama dari Nissan belum akan bisa dirasakan oleh konsumen Nissan di Indonesia.

Jika hadir di Indonesia, fitur ini tidak akan berfungsi secara maksimal karena kondisi jalan belum memadai. Masalah-masalah seperti banyaknya pengamen, pengendara sepedamotor ugal-ugalan dan pedagang keliling menjadi penghalang bagi fitur canggih ini.

“Fitur ini sangat keren dan canggih, saya sudah mencobanya dan sangat membantu mengemudi. Meski sangat canggih, fitur ini akan sangat sulit diaplikasikan di Indonesia jika melihat kondisi infrastruktur dan lingkungan yang seperti saat ini. Semoga akan ada berbagai macam perbaikan sehingga konsumen Indonesia dapat merasakan kecanggihan teknologi ini,” tutur Budi Nur Mukmin, General Manager Marketing Strategi and Communication Division PT Nissan Motor Indonesia di Bandung.

Fitur ProPilot ini diyakini tidak akan hadir di Indonesia hingga kondisi lingkungan dan infrastruktur membaik. Jika all-new Nissan Serena hadir di Indonesia, diprediksi fitur ini tidak akan dilucuti.

Nissan membuat fitur ini mengandalkan kemampuan sensor yang ada pada setiap sisi mobil untuk dapat memprediksi kondisi lingkungan sekitar. Dengan mengaktifkan fitur ini, konsumen tidak perlu lagi mengendalikan mobil ini.

Fitur ini dapat mendeteksi kecepatan kendaraan lain yang ada di depannya, berbelok sesuai dengan marka jalan dan langsung memberikan respon secara cepat ketika adanya perubahan kecepatan dari kendaraan tersebut. Tak hanya itu saja, sensor ini juga bekerja ketika adanya pergerakan mendadak di sekitar kendaraan.

Meski mengusung teknologi otonom, pengemudi tidak disarankan untuk melepas tangannya dari kemudi guna mengantisipasi hal buruk terjadi. Fitur ini akan terus dikembangkan sehingga dapat mendeteksi kondisi kendaraan lebih dari satu lajur.

Di Jepang, kemampuan all-new Nissan Serena bersama dengan ProPilot sangat menguntungkan konsumen Nissan. Kondisi infrastruktur dan lingkungan memungkinkan fitur ini dapat berfungsi penuh. [Amo/Ikh]


Komentar