Pemerintah Luncurkan B30, Ini Keunggulannya Share this
Berita Mobil
Mode baca

Pemerintah Luncurkan B30, Ini Keunggulannya

Ahmad  Richad
pada 31 Desember 2019

Foto: Sumber foto dari website resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia

JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo, awal pekan ini (23/12/2019) secara resmi meluncurkan program Biodiesel 30 persen atau B30. Peresmian ini diharapkan mampu menghemat devisa hingga Rp 63 triliun per tahun.

Pemerintah mengklaim biodiesel atau biosolar B30 yang merupakan campuran dari 30 persen  FAME (Fatty Acid Methyl Ester) dan 70 persen minyak solar, mampu meningkatkan daya kerja mesin untuk kendaraan berkapasitas 3,5 ton, hal ini dikarenakan tingginya angka cetane (CN) yang terkandung dalam B30.

Kandungan FAME ini didapatkan dari kelapa sawit yang diolah menjadi FAME (Fatty Acid Methyl Ester), yaitu bahan bakar nabati. 

Dilansir laman resmi Kementerian ESDM, solar memiliki cetane number (CN) 48, sedangkan minyak sawit CN 41. Jika komposisi itu digabungkan maka akan membentuk B30. Perlu diketahui, semakin tinggi angka CN, maka bahan bakar akan lebih mudah terbakar.

Namun angka CN yang tinggi pada B30 tidak serta-merta membuat performa mesin meningkat. Mengingat, nilai kalor yang dimiliki B30 sedikit lebih rendah daripada solar dan sifat alami biosolar mudah berubah menjadi gel (menggumpal) jika terkena udara dingin.

“B30 ini sudah diujicobakan sejak November lalu, dan hari ini kita sampaikan B30 sudah kita luncurkan. Dengan adanya B30 ini, bisa menghemat devisa hingga Rp 63 triliun,” kata Jokowi pada saat peluncuran B30 di Jakarta, Senin (23/12/2019).

Nantinya setelah B30 ini diimplementasikan pada 1 Januari 2020, Jokowi akan memberikan target kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri ESDM Arifin Tasrif, dan jajaran direksi Pertamina untuk mempercepat implementasi B50 pada awal 2021.[Ric/Idr]


Komentar