Pemerintah Jokowi Diminta Libatkan Anak Bangsa Kembangkan Mobil Listrik Share this
Berita Mobil
Mode baca

Pemerintah Jokowi Diminta Libatkan Anak Bangsa Kembangkan Mobil Listrik

Adi Hidayat
pada 20 Juli 2017

Foto: Calon mobil listrik nasional

JAKARTA - Perkembangan teknologi otomotif di Indonesia sangat pesat. Tantangan ke depan adalah menciptakan mobil listrik yang lebih ramah lingkungan daripada mobil mesin konvesional.

Terkait masalah pengembangan mobil listrik yang tengah digalakkan oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo, sebenarnya sudah dilakukan di era Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di mana saat itu melibatkan lima universitas ternama yaitu UGM, ITB, UI, ITS dan UNS.

Bahkan, Universitas Gadjah Mada (UGM) mendirikan Innovation Center for Automotive (ICA) atau Pusat Inovasi Otomotif secara konsorsium dengan beberapa perguruan tinggi lainnya. ICA sejalan dengan rencana pemerintah mengembangkan mobil listrik nasional sebagai akomodasi masyarakat Indonesia di masa depan.

Dr. Jayan Sentanuhady selaku Ketua ICA UGM mengatakan, lembaga riset otomotif ini sebagai jembatan yang mewadahi penelitian dan pengembangan dalam bidang otomotif di UGM, pemerintah, dan industri.

Dan Ia berharap, Pemerintahan Jokowi melibatkan anak-anak bangsa yang sudah mengusai teknologi industri otomotif nasional dalam hal ini adalah mobil listrik.

"Jangan memulai sesuatu dari awal. Kami sudah menggelontorkan banyak uang. Tim selama ini sudah memiliki konsep (mobil listrik) di ICA," kata Jayan kepada Otospirit.com, Kamis (20/7/2017).

Rencana pengembangan mobil listrik di Tanah Air kian diseriusi oleh pemerintah Indonesia dengan menyusun draft kebijakan mobil listrik yang kabarnya akan diumumkan tahun ini. Penyusunan draft mobil listrik sebetulnya tak perlu waktu yang lama. Sebab, sudah ada gambaran mobil listrik yang akan diterapkan di Indonesia.

Jayan berharap kepada Pemerintah Jokowi seharusnya mendukung hasil riset yang telah dimiliki anak-anak bangsa. Ia meyakini, hasil riset ICA mengenai komponen-komponen green car dan mobil listrik sudah sangat matang.

"Data kami sampai kepada memikirkan bagaimana perkembangan otomotif Indonesia, yaitu mobil listrik itu sendiri, keselamatan pengendara hingga orang lain (pejalan kaki). Tim lama sudah sangat siap dan mestinya tidak mulai dari awal karean akan membuang waktu," tutup Jayan. [Ikh/Ikh]


Komentar