Pelajar SMA Tertarik Gunakan Motor, Asalkan Punya SIM Share this
Berita Motor
Mode baca

Pelajar SMA Tertarik Gunakan Motor, Asalkan Punya SIM

Amos Arya
oleh Amos Arya
pada 09 Oktober 2017

Foto: Michelin Safety Academy 2017

SERPONG - Sepedamotor menjadi kendaraan paling populer di kalangan pelajar SMA karena lebih memacu adrenalin.

Sepedamotor menjadi pilihan utama kaum pelajar di kota-kota besar seperti Jakarta, Bekasi, Tangerang dan Cilegon. Hal tersebut tampak pada di acara Michelin Safety Academy (MSA) 2017 di mana diikuti total 400 pelajar SMA.

Para pelajar ini berasal dari 10 SMA pilihan yang masing-masing berada di daerah Jakarta, Bekasi dan Tangerang. Dari sekian banyak peserta, total 80 persen mengikuti kelas safety riding dan 20 persen lainnya mengikuti kelas safety driving.

Banyaknya peminat sepedamotor di kalangan pelajar sebagian besar disebabkan oleh faktor finansial keluarga. Di mana sebagian besar keluarga dari para peserta MSA 2017 ini lebih banyak memiliki kendaraan roda dua karena harganya yang lebih terjangkau.

Selain harga terjangkau, sepedamotor dinilai lebih mudah dalam melintasi jalan perkotaan yang umumnya padat. Namun dengan adanya pembekalan secara teori dan praktek di MSA 2017 ini, Michelin Indonesia berharap mampu mengurangi angka kecelakaan di segmen roda dua.

“Para pelajar lebih prefer ke sepedamotor karena lebih murah dan lebih keren ketika digunakan. Kami berharap sebelum mereka mendapatkan SIM (Surat Izin Mengemudi), mereka dapat mengetahui cara berkendara yang baik,” tutur Lilik Andi Bariono, Spesialis Safety Instructor Ikatan Motor Indonesia.

Michelin Safety Academy 2017

Di MSA 2017, para peserta mendapatkan beragam ilmu mengenai keselamatan berkendara yang meliputi peraturan lalu lintas, pemahaman mengenai kendaraan, teknik berkendara, sikap ketika berkendara dan pengetahuan mengenai ban Michelin.

Serangkaian acara MSA 2017 ini memang bertujuan untuk memberikan pembekalan terlebih dahulu kepada para pelajar SMA sebelum membuat SIM. Pembuatan SIM di acara ini akan dilakukan pada 14 Oktober 2017 di Samsat Daan Mogot.

“Dengan adanya 50 coaches dan dukungan dari kepolisian serta IMI, kami yakin program tahunan ini dapat memberikan bekal yang sangat cukup kepada para pelajar SMA. Meski telah mengikuti program ini, kami tidak memberikan kemudahan kepada para pelajar untuk mendapatkan SIM. Jadi, mereka harus benar-benar paham dan berusaha untuk mendapatkan SIM,” tutur Nora Guitet, Direktur Public Affairs & Corporate Communication Michelin Indonesia.

Acara yang telah digelar sejak 2014 ini tidak hanya memberikan bekal baik itu teori dan praktek saja, melainkan juga menyiapkan generasi muda ini untuk menjadi “Duta Keselamatan Michelin”. Dengan kehadiran mereka sebagai “Duta Keselamatan Michelin” diharapkan mampu menyebarkan virus-virus safety riding di lingkungan sekitar. [Amo/Ikh]


Komentar