Pedrosa Pembalap Paling Sial Dalam Sejarah MotoGP Share this
MotoGP
Mode baca

Pedrosa Pembalap Paling Sial Dalam Sejarah MotoGP

Ary Dwinoviansyah
oleh Ary Dwinoviansyah
pada 19 Juli 2018

OXFORD - Nick Harris, mantan komentator MotoGP mengatakan Dani Pedrosa adalah pembalap berprestasi sekaligus kurang beruntung di arena tersebut.

Berita mengejutkan datang dari Pedrosa pada perhelatan MotoGP Sachsenring, Jerman beberapa waktu lalu. Pembalap Spanyol ini mengumumkan pensiun dari MotoGP pada 2019 mendatang.

Banyak pihak menyayangkan keputusan tersebut, termasuk seorang Nick Harris. Padahal, Pedrosa dianggap punya rekor yang tak dimiliki pembalap Honda lain.

"Tentu ada pertanyaan besar dari pengumuman pensiunnya akhir pekan lalu dan Dani menjadi seorang pembalap dengan rekor luar biasa yang (meski) tidak pernah memenangkan titel juara dunia MotoGP," kata Harris.

Pedrosa mengawali karir balap Grand Prix dengan bergabung bersama tim Honda, 2001 silam. Namun, Ia baru bisa meraih gelar juara dunia GP125 pada dua musim berikutnya (2003) bersama tim Telefonica Movistar Junior Team.

Setelah tiga musim (2001-2003) berkompetisi di GP125, Pedrosa naik ke kelas GP250. Debutnya menunggangi Honda RS250R di 2004 pun berbuah manis dengan gelar juara dunia. Komitmennya untuk tetap bertahan di musim berikutnya pun (2005) menjawab dominasinya di kategori 250 cc tersebut, di mana Pedrosa kembali menjadi juara dunianya.

Setelah mengoleksi dua gelar juara dunia GP250, panggung besar menanti Pedrosa di MotoGP. Tim Repsol Honda sepakat mendaulat Pedrosa menunggangi motor mereka (saat itu masih Honda RC211V) di MotoGP 2006. Pedrosa memulai karir balapnya ini di Sirkuit Jerez, Spanyol.

Di sana juga Ia berhasil mendapatkan podium pertamanya (posisi kedua) serta meraih kemenangan pertama di MotoGP China pada tahun yang sama. Prestasi itu mencatatkan Pedrosa sebagai salah satu pembalap termuda pemenang MotoGP, setelah Freddie Spencer dan Norik Abe. Namun, posisinya tergeser keurutan keempat karena Marc Marquez juga masuk dalam daftar tersebut.

Sejak saat itu, Pedrosa mengalami kemajuan di MotoGP. Mulai dari tampil sebagai runner up atau peraih posisi ketiga. Tapi, dia belum sekali pun mencicipi gelar juara dunia MotoGP. Faktor cedera disebut menjadi salah satu kendalanya bisa bersaing untuk titel itu.

Dari 13 musim balapannya di MotoGP, hampir setiap tahun Pedrosa berkutat dengan hal itu. Hanya 2012, 2014 dan 2017 Ia lolos dari cedera. Ada pula anggapan mengatakan Pedrosa ditakdirkan menjadi pembalap kedua karena rekan setimnya tampil lebih menonjol. Apalagi, semenjak kedatangan Marc Marquez 2013 lalu. Anggapan ini lah yang kemudian membuat Harris membuat asumsi terhadap Pedrosa.

"Pasti dia menjadi pembalap yang paling diremehkan dan tidak beruntung (sial) dalam sejarah 70 tahun balapan GP," ujar Harris lagi.

Tetapi, Pedrosa bukan lah pembalap tanpa prestasi. Dia juga tercatat beberapa kali memenangkan balapan. Pada periode MotoGP 2006-2018, Pedrosa sudah membalap bersama Honda sebanyak 208 kali (hingga MotoGP Sachsenring 2018) dan sudah mengumpulkan 31 kali kemenangan, 112 podium serta 31 pole position. Pencapaian ini tentu masih akan berlanjut hingga akhir musim balap tahun ini.

"(Sebenarnya) saya sangat ingin Dani memang di Sahcsenring. Dia masih memiliki waktu 4 bulan tersisa sebelum mengakhiri karir balap luar biasanya dengan beristirahat di tempat yang layak," pungkas Harris. [Ary/Ari]


Komentar