Pedrosa, Legenda MotoGP di Mata Musuh dan Teman Share this
MotoGP
Mode baca

Pedrosa, Legenda MotoGP di Mata Musuh dan Teman

Ary Dwinoviansyah
pada 16 November 2018

VALENCIA - Valentino Rossi dan rekan setimnya di Repsol Honda, Marc Marquez serta para pembalap MotoGP lainnya berbagi memori di masa lalu bersama Dani Pedrosa.

MotoGP Valencia, Spanyol yang segera dihajat bakal jadi seri pamungkas bagi Pedrosa berkompetisi di kelas para raja. Pembalap Spanyol ini memutuskan pensiun dan beralih profesi sebagai test rider KTM.

Pedrosa menjadi salah satu pembalap yang diundang pada acara konferensi pers, kemarin (15/11). Kali itu juga Ia dinobatkan sebagai legenda balap MotoGP oleh Dorna Sports selaku penyelenggara balap.

Usai menerima medali, tak pula para pembalap dimintai komentarnya terkait kenangan bersama sang little samurai. Ungkapan pertama datang dari Rossi, terutama saat Pedrosa terjun di kelas MotoGP. Pembalap Movistar Yamaha itu mengatakan setiap pembalap di kelas itu merasa khawatir karena Pedrosa datang sebagai musuh baru berstatus peraih dua gelar juara 250 cc.

"Pedrosa ada pesaing terbaik dan saya masih ingat dengan salah satu persaingan keras di Brno (2006) ketika dia bersaing untuk posisi kedua di 3 atau 4 lap terakhir. Pedrosa juga sudah memenangkan banyak balapan, lebih dari 50 race dan dia sangat kompetitif di MotoGP. Kami akan merindukannya," tutur Rossi.

Bagi Johann Zarco, Pedrosa adalah inspirasinya saat masih balapan di ketegori junior. Bahkan, ketika bermain PlayStation, Zarco selalu menggunakan Pedrosa sebagai andalannya.

"Saya mengingat dia ketika bermain dan selalu menggunakannya sebagai pembalap di 2004 karena dia adalah juara di kelas 250 cc. Kemudian, 4 tahun berikutnya saya memenangkan kejuaraan Rookie Cup di 2008. Saya berkesempatan berlatih di akademi Alberto Puig dan saya juga bertemu dengan Pedrosa untuk berlatih gokart dan supermoto. itu adalah pertama kalinya saya berada di trek yang sama dengan pembalap MotoGP," ujar Zarco.

Jorge Lorenzo bahkan sempat menjadikan Pedrosa sebagai referensinya. Namun, hubungan keduanya sempat tidak nyaman dan itu berlangsung dalam kurun waktu cukup lama.

"Hubungan kami sejak 2002 sampai 2010 adalah masa yang sulit. Salah satu situasi yang tidak nyaman saat sesi konferensi pers usai kualifikasi MotoGP Jerez 2008. Saya ingin menyalaminya dan memberikan selamat. Tapi, dia tidak mau. Setelah dia memenagkan balapan, kami (akhirnya) berjabat tangan tanpa melihat satu sama lain. Itu sangat nyaman," terang Lorenzo.

Beberapa pembalap lain juga mengingat masa-masa kebersamaannya bersama Pedrosa. Seperti Alvaro Bautista yang sempat berlatih, bermain sepak bola dan makan bersama ketika berlatih mini bike di Spanyol.

Namun, pernyataan menarik keluar dari rekan setimnya di Repsol Honda. Marquez justru memaparkan sosok Pedrosa di luar balapan. Juara dunia MotoGP 2018 menyebut Pedrosa sejatinya adalah orang yang periang.

"Pedrosa tak selalu seperti yang orang pikirkan. Saat di depan kamera, Ia tampak malu-malu. Padahal Pedrosa sangat lucu. Kenangan terbaik saya adalah di Jepang ketika karaoke merayakan kemenangan dan Pedrosa bernyanyi tanpa kaos, dia gila. Saya sudah berbagi banyak kenangan terbaik dan dia adalah rekan terbaik," tutup Marquez.

Pedrosa sendiri menyudahi karir balapnya di Grand Prix (GP) setelah 18 tahun. Selama itu, Ia tak pernah pindah dari kubu Honda.

Dan info paling hot bagi pembaca setia Otospirit.com, jangan lewatkan kuis tebak juara MotoGP Valencia 2018 dengan hadiah total Rp 5 juta. [Ary/Ari]


Komentar