Partisi Ojek Online Kesampingkan Keselamatan Share this
Berita Motor
Mode baca

Partisi Ojek Online Kesampingkan Keselamatan

Denny Basudewa
pada 02 Juni 2020

Foto: ojek online

JAKARTA – Garda (Gabungan Aksi Roda Dua) merancang partisi yang membatasi fisik antara pengendara ojek online (Ojol) dengan pembonceng.

Dalam menyambut masa new normal, Ojol diharapkan bisa kembali mengangkut penumpang. Namun terlebih dahulu disiapkan beberapa protokol, guna memberikan rasa aman baik kepada pengguna jasa dan pengemudi. Salah satunya adalah ide untuk membuat sekat partisi yang memisahkan pengendara dan penumpang di belakang.

Partisi tersebut terbuat dari bahan akrilik tembus pandang. Benda itu memiliki panjang yang melebihi kepala sang pengendara. Terdapat beberapa desain yang diajukan kepada pihak aplikator untuk disahkan oleh Pemerintah.

Namun partisi tersebut mendapat sorotan tajam dari praktisi keselamatan Jusri Pulubuhu. Menurutnya, pembatas yang tengah diupayakan justru mengundang bahaya. Baik untuk pengendara, maupun penumpang menanggung risiko yang lebih besar jika menggunakan partisi.

Partisi untuk ojol ini sangat dilematis sekali. Dari segi safety (keselamatan), kendaraan roda-dua itu tidak mengenal keseimbangan. Saat kendaraan itu bergerak, sangat dibutuhkan keseimbangan yang bisa didapatkan dari keterampilan manusia, kondisi jalan, bobot dan dimensi kendaraan,” ucap Jusri, Founder & Lead Instructor Jakarta Defensive Driving Training & Certification (JDDC) kepada Otospirit.com, kemarin (01/06/2020).

Menurutnya ada tiga aspek yang harus diperhatikan saat menaiki motor berboncengan. Pertama adalah badan antara pengendara-pembonceng yang rapat, kaki penumpang menjepit pinggul pengendara, dan menggunakan helm minimal half face.

“Wacana sekat partisi akan menggangu keseimbangan kendaraan. Selain itu juga akan menambah boros penggunaan bahan bakar karena menahan angin. Pembatas ini merintangi pembonceng untuk duduk yang aman karena posisinya yang menyulitkan,” jelasnya.

Dikatakan partisi yang tengah diupayakan bagi Ojol agar bisa kembali mengangkut penumpang di masa new normal mulai 4 Juni, dianggap mubazir karena tidak akan efektif menangkal penyebaran virus. Ia menambahkan bahwa penumpang di sepedamotor harus align dengan pengendara.

Jusri menyarankan ojol menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) layaknya jas hujan. Namun APD tersebut sudah dimodifikasi guna tetap memberikan kenyamanan bagi pengendara. [Dew/Idr]


Komentar