Nissan Punya Racikan Sendiri untuk Xpander Share this
Berita Mobil
Mode baca

Nissan Punya Racikan Sendiri untuk Xpander

Muhammad Ikhsan
oleh Muhammad Ikhsan
pada 15 Agustus 2017

Foto: Mitsubishi Xpander (Foto: Amos)

TANGERANG - Perusahaan aliansi Nissan-Mitsubishi akan menyaingi hegemoni Toyota Avanza di Indonesia.

Toyota Avanza selama 1 dekade merajai segmen low MPV Tanah Air. Kedigdayaan MPV 7-seater ini tak tergoyahkan meski banyak pesaingnya, seperti Suzuki Ertiga disusul Honda MObilio dan Chevrolet Spin.

Ke depan, tidak hanya Mitsubishi Xpander yang akan mengganggu Toyota Avanza, sekutunya Nissan akan merebadge Mitsubishi Xpander untuk menggoyang dominasi Avanza. Pada aliansi ini, Nissan Motor Indonesia (NMI) punya racikan sendiri dalam hal rebadge tersebut.

Menurut pihak NMI, salah satu kunci utama adalah perbedaan untuk menghindari kata "mencontek".

Budi Nur Mukmin, General Manager Marketing and Product Planning PT NMI menjelaskan, low MPV dari Nissan akan keluar dalam waktu tidak lama lagi. Ia meyakini, mobil tersebut hanya butuh waktu tidak lebih dari tiga tahun akan diluncurkan di Indonesia.

Menurutnya, desain hingga mesin yang digunakan nanti adalah karya Nissan.

"Mesin? yang pasti Nissan-Mitsubishi, meski aliansi secara produk, konsep kemudian desain dipastikan akan berbeda. Walaupun kerjasama untuk mobil apapun pasti ada perbedaan signifikan (antara Nissan dan Mitsubishi)," tegas Budi.

Menurut data GAIKINDO, volume penjualan jenis low MPV mencapai 310 ribuan unit atau sekitar 41,2 persen dari total pangsa pasar otomotif nasional. Artinya ini sangat menggiurkan bagi Nissan, bahkan Wuling Motors yang berinvestasi besar-besaran di Indonesia demi menikmati "kue".

"Segmen low MPV itu paling besar, dan primadona. Mau tidak mau Nissan harus masuk ke segmen itu. Selama ini, Nissan belum ada di segmen tersebut," papar Budi.

Di sisi lain, apakah low MPV itu membunuh model Nissan lain karena segmennya saling berdekatan?

Dijelaskan Budi terlalu dini menilai apakah low MPV Nissan menjadi bumerang bagi model lain, seperti Nissan Evalia dan Nissan Livina. Bahkan dikatakan Budi, dengan kehadiran low MPV Nissan maka kian memberikan konsumen banyak pilihan.

"Sebenarnya, Nissan kala dilihat penetrasi di Indonesia belum besar. Bagi Nissan kalau ada kesempatan untuk tumbuh, kami akan masuk (ke segmen manapun). Kita tidak setuju disebut mengorbankan model lain. Tetapi bagi kami bahwa ada peluang bisa berkembang lebih jauh dengan melahirkan produk-produk di segmen-segmen itu kita melihat dari sisi positifnya," tutup Budi. [Ikh]


Komentar