Niki Lauda, Legenda Balap F1 Wafat Share this
F1
Mode baca

Niki Lauda, Legenda Balap F1 Wafat

Ary Dwinoviansyah
pada 21 Mei 2019

VIENNA — Pemegang tiga gelar juara dunia Formula 1, Andreas Nikolaus 'Niki' Lauda meninggal dunia pada usia 70 tahun.

Setelah menjalani transplantasi paru-paru 9 bulan lalu, Lauda pun akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya kemarin (20/5). Berita duka ini diumumkan oleh Badan Pers Austria dan sudah dikonfirmasi pihak keluarga Lauda. 

"Dalam duka mendalam, kami mengumumkan bahwa Niki yang kami cintai telah meninggal dengan damai bersama keluarga. Dia adalah suami, ayah dan kakek yang penuh kasih. Prestasi uniknya sebagai atlet dan wirausahawan tak akan terlupakan. Semangat tak kenal menyerah, keterusterangan dan keberaniannya dapat menjadi contoh bagi kita semua," begitu pernyataan pihak keluarga Lauda. 

Nama Lauda populer setelah dirinya berhasil meraih juara dunia pertamanya di F1 pada musim 1975. Setahun berikutnya, Lauda mengalami kecelakaan di Grand Prix Jerman yang membuatnya mendapati luka bakar cukup parah. Padahal kali itu Lauda tengah bersaing berebut tahta tertinggi dengan James Hunt.  

Luar biasanya, Lauda mampu kembali ke lintasan hanya dalam waktu 6 minggu setelah kecelakaan. Meski demikian, pembalap kelahiran 22 Februari 1949 harus puas menjadi runner up musim 1976. 

Kisah heroik Lauda di musim itu pun dikisahkan dalam sebuah film berjudul 'Rush' yang dilansir 2013 silam. Tekadnya untuk tetap tampil maksimal berlanjut di tahun berikutnya di mana Lauda berhasil mempersembahkan gelar juara dunia kedua untuk Ferrari di tahun 1977. 

Setelah itu, prestasi Lauda cenderung turun. Ia bahkan sempat rehat dari balapan jet darat sebelum akhirnya kembali lagi pada tahun 1982. Kali ini, Lauda membela tim McLaren dan dia juga mampu menyumbangkan satu gelar juara dunia pada tahun 1984. Kemudian, musim 1985 menjadi perjalanan terakhirnya karena Lauda memutuskan untuk pensiun dari F1. 

Meski begitu, dunia Lauda tak pernah lepas dari balapan. Terbukti, Ia didaulat sebagai konsultan Ferrari. Lauda bahkan menjual bisnis penerbangan Lauda Air untuk kemudian menggawangi tim balap tim Jaguar Formula One.

Pada masa itu, Lauda juga sudah menuliskan lima buah buku. Masing-masing berjudul The Art and Science of Grand Prix Driving (titled Formula 1: The Art and Technicalities of Grand Prix Driving in some markets) (1975), My Years With Ferrari (1978), The New Formula One: A Turbo Age (1984), Meine Story (titled To Hell and Back in some markets) (1986) dan Das dritte Leben (en. The third life) yang dirilis 1996. [Ary/Idr]


Komentar