Andi Gilang Kasih Dua Jempol Buat Ban ASB1000 Dunlop

Andi Gilang Tes Ban Dunlop. Photo: ARRC

BURIRAM – Andi Gilang, pembalap Indonesia dari tim Astra Honda Racing Team (AHRT) menyambut positif pengujian ban baru Dunlop untuk kelas Asia Superbike 1.000 cc (ASB1000) di Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019.

Usai menyelesaikan musim balap 2018, tim dan pembalap yang berkompetisi di ARRC langsung disibukkan dengan serangkaian tes. Kesempatan pertama diberikan kepada pemasok ban resmi yakni Dunlop yang tengah mempersiapkan ban untuk ASB1000.

Pada pengujian di Sirkuit Buriram, Thailand 4-5 Desember 2018 itu para pembalap khususnya calon petarung ASB1000 menguji banyak tipe karet bundar. Salah satu diantaranya yakni Andi Farid Izdihar atau akrab disapa Andi Gilang.

Andi Gilang tampaknya memang dipersiapkan mengikuti kelas 1.000 cc ini. Dan, pengguna nomor 27 itu sempat mencatatkan waktu tercepat pada tes hari kedua (5/12). Kali itu, dia mampu menorehkan lap time 1 menit 36,329 detik. Belum diketahui kompon ban mana yang dipakainya saat mencatatnya di lap 23 tersebut. Namun, ia mengapresiasi performa karet bundar dari Dunlop.

“Saya mencoba banyak kompon dan konstruksi selama tes. Masing-masing punya karakter dan akan bagus untuk tipe sirkuit yang berbeda di balap ARRC. Secara keseluruhan, saya memberikan dua jempol buat ban ini,” tulis Andi Gilang kepada asiaroadracing.com

Menurut pihak produsen, pengujian tersebut sangat penting guna mepersiapkan ban yang layak untuk kelas ASB1000 di musim depan. Untuk itu, Dunlop menyediakan berbagai jenis kompon terutama tipe ban slick pada sesi tes kali itu.

“Semua ban ini merupakan pengembangan baru dengan konstruksi kompon khusus untuk ARRC. Kami membawa variasi yang luas untuk mengetahui mana yang lebih baik untuk kompon soft, medium dan hard,” kata Kentaro Kobayashi, Management and Service Engineer of Sumitomo Rubber Industries Ltd (Dunlop).

Menurutnya, ARRC berbeda dengan kejuaraan lainnya karena balapan selalu dalam suhu sangat tinggi. Pengecualian untuk Jepang dan Australia, sementara di sirkuit lain aspalnya sangat panas. Sementara itu, ban harus tetap memberikan performa maksimal terkait grip dan stabilitas hingga balapan usai.

Salah satu contohnya adalah di Buriram ini. Meski sudah sore, suhu lintasan bisa mencapai 50 derajat celcius. Namun, Kobayashi mengatakan Dunlop sudah cukup mendapatkan banyak data dari sana.

Selanjutnya, Dunlop akan meminta pembalap ASB1000 untuk melakukan pengujian di Sirkuit Sepang, Malaysia. Cukup menarik karena dengan adanya kelas ASB1000, maka seluruh lintasan Sepang akan terpakai untuk balapan. Artinya, standarisasinya akan sama dengan balapan MotoGP atau WSBK. [Ary/Ari]