Analisa: Lorenzo Pantas Diperhitungkan di Ducati

Lorenzo Pantas Diperhitungkan di Ducati

SACHSENRING – Catatan Jorge Lorenzo setelah balapan paruh pertama MotoGP 2017 tidak bisa dicap sukses atau gagal.

Awal memperkuat tim balap Ducati Corse, Lorenzo merasa yakin bisa membawa Ducati ke puncak podium sepanjang balap MotoGP musim ini. Namun faktanya, penampilan Lorenzo
belum maksimal sepenuhnya.

Kendati demikian, kepindahannya ke Ducati tak bisa dianggap sukses atau gagal. Menjalani sembilan seri sepanjang MotoGP 2017, The Spaniard baru satu kali naik podium
yaitu finish ketiga di MotoGP Spanyol. Total 65 poin, satu kemenangan berhasil Ia kumpulkan tahun ini dan Lorenzo berada di urutan kesembilan klasemen sementara MotoGP
2017.

Hasil ini membuat Lorenzo salah satu pembalap cukup diperhitungan sejak Ducati bergabung dengan MotoGP pada 2003. Bahkan gaya balap Lorenzo yang agak “kalem” membawa
dirinya masuk dalam 12 pembalap terbaik Ducati sejak masuknya Ducati di balap motor kasta teratas MotoGP.

Jika dibandingkan dengan pembalap Ducati lain sepanjang sembilan seri MotoGP, Lorenzo sendiri di urutan tujuh, di bawah Casey Stoner (pada 2007 – 185 poin), Andrea
Iannone (2015 – 118 poin), Valentino Rossi (2011 – 98 poin), Loris Capirossi (2003 – 96 poin), Andrea Dovizioso (2013 – 81 poin), Troy Bayliss (2003 – 79 poin).

Memang, jika dihadapkan dengan Stoner, kualitas Lorenzo tak ada artinya. Dalam sembilan balapan, pembalap Australia itu telah mengemas 185 poin, lima kemenangan dan
tujuh podium.

Lorenzo pantas diperhitungkan di ducati
Hasil balapan sembilan seri pembalap Ducati

Tetapi bisa diakui bahwa persaingan Ducati sekarang dan 10 tahun silam telah berbeda, artinya dengan banyak improvement sepedamotor, balapan MotoGP tahun ini lebih
sulit dari 10 tahun silam. Stoner bukanlah perbandingan yang adil bagi Lorenzo.

Sementara rekan setim Lorenzo saat ini, Andrea Dovizioso hanya menorehkan hasil 81 poin, empat kemenangan dan tidak pernah naik podium saat menjalani sembilan seri pada MotoGP 2013.

Mungkin perbandingan paling adil untuk pembalap Spanyol itu adalah melawan Andrea Iannone, di mana Ducati pada 2015 saat itu lebih kompetitif dibanding tahun-tahun
sebelumnya namun tidak cukup baik pada era Stoner.

Sayang, Iannone tidak tampil gemilang ketika memperkuat tim Suzuki Ecstar untuk MotoGP 2017. Itu terlihat pada sembilan seri MotoGP musim ini yang hanya mampu
mengumpulkan 28 poin atau berada di urutan 16 klasemen sementara.

Jelas yang dibutuhkan Lorenzo saat ini adalah lebih rileks dan terus beradaptasi dengan sepedamotor Ducati, sembari mempelajari kekurangan kuda besi miliknya.
Setidaknya selama satu musim MotoGP rasanya bisa menjadi maklum untuk bisa melesat di MotoGP 2018. [Ikh]

Sumber: motorsport.com