Alasan Yudhistira Tak Bisa Menetap di Balap Supersport 600 cc

Yudhistira belum mendapatkan tim di ARRC 2019
Yudhistira tak bisa menetap di SS600 karena umur dan prestasi.

SELANGOR – Di Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019, balapan Supersport 600 atau SS600 akan menjadi balapan penjenjangan bagi pembalap muda sebelum naik ke kelas Asia Superbike 1.000 cc (ASB1000).

Penyelenggara balap ARRC, Two Wheel Motor Racing (TWMR) menetapkan regulasi baru khususnya di kelas SS600. Salah satunya menyebutkan mengenai pembatasan umur maksimal 25 tahun bagi mereka yang turun di kategori tersebut.

Kelas ini nantinya akan menjadi kelas lanjutan bagi para petarung AP250. Namun, mereka yang bisa terjun hanya lah pembalap-pembalap muda. Meskipun akan ada pengecualian dari TWMR agar kompetisi di SS600 tetap hidup dan tumbuh.

“Idenya adalah untuk menciptakan lingkungan balap yang akan mendorong pertumbuhan dan partisipasi dari negara-negara di mana balap motor masih dalam tahap berkembang,” kata Ron Hogg, Direktur TWMR.

Hal ini lah yang lantas memaksa Yuhistira untuk naik ke ASB1000. Selain usianya yang sudah 26 tahun, Ia juga tidak bisa tinggal kelas karena prestasinya sebagai peraih tiga besar SS600 di ARRC 2015 dan 2018.

Tapi, nasib Yuhistira sendiri di arena ARRC masih belum jelas. Pasalnya, pengguna nomor 33 ini sudah bercerai dengan Kawasaki dan Manual Tech. Tim dan pabrikan yang sudah dibelanya dalam 7 tahun terakhir.

“Saya masih belum dapat tim untuk tahun depan dan akan coba mencari tim baru, tapi memang belum ada tawaran,” ucap Yudhistira kepada Otospirit.com

Dan, benar saja bahwa balap SS600 memang disiapkan untuk para pembalap muda. Salah satunya ada nama Helmi Azman, juara UB150 ARRC 2018 bahkan melewati kelas AP250 untuk loncat ke SS600.

Sementara itu, pembalap SS600 lain yang sebelumnya bersaing dengan Yudhistira seperti Azlan Shah, Zaqhwan Zaidi, Rattaphong Wilairot hingga Andi Gilang sudah menjalani persiapan untuk memulai debut di ASB1000. Semoga Yudhistira bisa tetap balapan tahun depan. [Ary/Ari]